K.H. Abdul Muntaqim Sebut Agusrin Sayang Ulama

KBRN, Bengkulu : Salah satu Ulama Bengkulu, K.H. Abdul Muntaqim Ahmad menilai, semua kandidat bakal calon (balon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu yang akan bertarung dalam Pilkada serentak pada 9 Desember 2020, baik.

Untuk itu, Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Hidayatul Mubtadi-ien ini meminta, semua pihak agar tidak memburuk-burukan salah satu kandidat balon.

“Semua kandidat balon Gubernur, seperti Agusrin M Najamudin, Rohidin Mersyah dan Helmi Hasan, ada keistimewaan masing-masing. Tapi tidak dipungkiri, ada juga kekurangannya. Maka-nya, jangan memburukkan salah satu kandidat balon,” ungkap K.H. Abdul Muntaqim dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan pada Rabu, (16/9/2020).

Kiyai Muntaqim yang juga menjabat Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (Jatman) Provinsi Bengkulu mengaku, tidak memihak kepada salah satu balon yang bertarung di Pilkada serentak tahun ini di Provinsi Bengkulu.

Hanya saja ia memberikan penilaian kepada kandidat balon Gubernur Agusrin M. Najamudin, bahwa orangnya baik. Bahkan di sebut sakral, karena selama ini telah memberikan perhatiannya kepada ulama, sehingga patut untuk dihargai.

Di contohkan-nya, ketika menjabat Gubernur Bengkulu dan sekarang tidak menjabat pun, masih juga memberikan perhatian terhadap ulama, tepatnya terhadap Makam Sentot Ali Basyah.

“Saya menyesalkan belakangan ini, ada pihak yang justru menjelekkan beliau (Agusrin,red), karena statusnya sebagai mantan narapidana korupsi, sehingga di mata manusia, beliau buruk, tapi belum tentu di mata Allah SWT. Kita tidak tahu rahasia Allah SWT, dan jujur saja, saya senang dengannya yang di sebut "preman" itu, karena beliau senang dengan ulama dan kiyai-kiyai,” terangnya.

Lebih lanjut dia juga memastikan, jika pada Pilkada serentak tahun ini menang, pihaknya akan mendatangkan ulama-ulama besar se-Indonesia, bahkan dari 15 negara bisa ke Provinsi Bengkulu nantinya.

"Saya mohon doa kepada Allah SWT, semoga Agusrin menang di Pilkada ini," tutup K.H. Abdul Muntaqim.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00