Fixpoll : Berstatus Mantan Napi, Elektabilitas Agusrin Tetap Unggul

KBRN, Bengkulu : Direktur Eksekutif Fixpoll Indonesia Anas RA menilai, status mantan narapidana korupsi yang di sandang mantan Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin, sepertinya tidak mempengaruhi elektabilitasnya sebagai salah satu kandidat bakal calon (balon) Gubernur Bengkulu yang di gadang-gadangkan akan maju dalam Pilkada serentak pada 9 Desember 2020.

"Dari masing-masing kandidat balon gubernur, wakil gubernur, anggota DPRD, bupati dan wali kota yang menarik memang Pak Agusrin. Statusnya sebagai mantan napi, tapi elektabilitasnya paling tinggi," ujar Anas, di sela-sela merilis hasil survey dari lembaganya di Bengkulu.

Menurut Anas, dukungan masyarakat kepada kandidat balon dalam kontestasi politik, terkadang tidak terpengaruh dengan latar belakang, meskipun dulunya pernah tersandung permasalahan hukum.

Bahkan ada kecendrungan ia menyebutkan, masyarakat lebih melihat kinerja Agusrin ketika menjabat sebagai Gubernur Bengkulu dari tahun 2005 hingga 2012, ketimbang statusnya sebagai mantan narapidana kasus korupsi.

“Kinerja Agusrin yang sering turun ke masyarakat, serta membuat kebijakan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat ketika menjabat sebagai gubernur, itu lah yang membuat banyak masyarakat menginginkannya kembali memimpin Provinsi Bengkulu. Belum lagi, masyarakat juga membandingkan bagaimana kondisi masyarakat di saat Pak Agusrin menjadi gubernur dan di saat missal nya ketika Pak Rohidin yang menjadi gubernur," terangnya pada Senin, (3/8/2020).

Lebih lanjut ia menjelaskan, dari hasil survey yang dilakukan pihaknya pada dari 9 sampai 16 Juli lalu, dengan melibatkan 640 responden, Agusrin masih unggul dalam seluruh simulasi dengan elektabilitas atau tingkat keterpilihan mencapai 21,1 persen.

Sedangkan elektabilitas balon lainnya, seperi petahana Rohidin Mersyah sebesar 17,3 persen, dan elektabilitas Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan sebesar 16,7 persen.

"Agusrin unggul di seluruh simulasi yang kami lakukan, baik itu pertanyaan tertutup maupun terbuka, baik itu simulasi lima calon, empat calon tiga calon maupun dua calon," tukas Anas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00