Menutup Kunjungan di Bengkulu, Presiden PKS Gowes hingga Senam Bareng

KBRN, Bengkulu : Presiden PKS H. Ahmad Syaikhu pada Minggu, (24/10/2021), melaksanakan Gowes dan senam bareng di lokasi objek wisata Pantai Panjang, Kota Bengkulu.

Gowes bareng pengurus PKS dan Komunitas Pesepada Bengkulu yang dilanjutkan dengan senam bersama masyarakat Gemuja Bengkulu, merupakan rangkaian akhir kunjungan Ahmad Syaikhu di Bengkulu.

Dalam kesempatan itu Syaikhu mengapresiasi soliditas warga Minang di Provinsi Bengkulu.

"Alhamdulillah, memang di daerah manapun warga Minang solid dengan pengajiannya, pertemuan kekeluargan hingga senam bersama seperti ini. Semoga hal seperti ini terus kita jaga dan rawat," imbuh Anggota Komisi 1 DPR-RI ini.

Sebelumnya pada Sabtu, (23/10/2021) malam bertempat di salah satu cafe di Kota Bengkulu, Syaikhu bertemu dengan generasi milenial Bengkulu.

Acara yang dikemas santai, santun dan dengan prokes yang ketat, mengambil tema

"Peran Generasi Milenial dalam mewujudkan Demokrasi yang Berkeadilan demi Kemajuan Bangsa" yang mengundang berbagai elemen pemuda, mulai dari sayap partai, OKP, BEM se-Bengkulu, serta komunitas pemuda di Bengkulu.

Turut juga dihadiri oleh Ahmad Fathul Bari, Wakil Sekjen PP PKS Indonesia, Kabid Kepemudaan DPTW PKS Bengkulu, Dr. Sukirdi, Ketua DPTW PKS, H. Sujono, dan Ketua Gema Keadilan.

Dalam sambutan, Hadi mengatakan momen ini dilatarbelakangi oleh peran penting pemuda dalam sejarah Indonesia, terkhusus hari ini adalah peran penting pemuda di Bengkulu.

"Kita harus membedah tema tentang demokrasi, guna mencapai titik temu dari berbagai prespektif mengenai demokrasi dan peran sentral pemuda dalam membawa perubahan, di mana konklusi momen ini adalah lahirnya semangat juang pemuda," terang Menteri Polkasrat BEM KBM UNIB 2017-2018 ini.

Disisi lain, Presiden PKS Ahmad Syaikhu menekankan, pemuda harus dapat menyongsong masa depan dengan optimis.

Untuk itu penting bagi anak muda agar berkumpul dan berdiskusi membahas kemajuan negara.

Terlebih dari anak muda lahirlah masa depan yang cerah. Belum lagi Indonesia akan menghadapi bonus demografi. Makanya, keaktifan pemuda saat ini berperan penting dalam menyambut bonus demografi Indonesia.

"Kita tidak mempersiapkan dari sekarang, maka yang terjadi bukan bonus demografi melainkan bencana manusia," pungkas Anggota MPR-RI ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00