Ahmad Doli : Jika Bisa, Golkar Usung Kembali Rohidin pada Pilgub 2024

KBRN, Bengkulu : Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Golkar, Bidang Pemenangan Pemilu, Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyatakan, Partai Golkar di Provinsi Bengkulu harus menjadi partai pemenang Pemilu tahun 2024 mendatang.

Wujud kemenangan partai berlambang pohon beringin di Provinsi Bengkulu, selain merebut pucuk pimpinan DPRD Provinsi dalam Pemilu Legislatif (Pileg), juga menjadi menang pada Pilkada serentak, tidak saja pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, juga pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota.

Terlebih saar ini, Partai Golkar pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu tahun 2020 lalu, telah mengantarkan Ketua DPD 1 Partai Golkar Provinsi Rohidin Mersyah, untuk kembali menjabat sebagai Gubernur. Untuk itu dalam Pilkada serentak tahun 2024 nanti, harus kembali mempertahankannya.

“Sekarang, Golkar punya Gubernur di Bengkulu, pada Pilkada 2024 harus jadi Gubernur lagi. Termasuk juga menjadi Kepala Daerah di tingkat Kabupaten dan Kota dalam wilayah Provinsi Bengkulu,” kata Waketum Bidang Pemenangan Pemilu Ahmad Doli Kurnia Tandjung, disela-sela Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pemenangan Partai Golkar pada Pemilu 2024 di Bengkulu.

Menurut Doli, lantaran Ketua DPD 1 Partai Golkar Provinsi Bengkulu memasuki periode kedua menjabat sebagai Gubernur, namun tidak menutup kemungkinan pada periode berikutnya masih bisa mencalonkan diri kembali.

“Mencalonkan diri Pak Rohidin pada Pemilu 2024, kita melihat aturan dulu. Jika masih bisa lima kali kita (Golkar,red) akan dukung,” terang Doli pada Sabtu, (25/9/2021).

Lebih lanjut ditambahkan, dalam mencapai target Golkar bisa menang pada Pemilu 2024, yang salah satunya Bengkulu akan menyumbangkan suara untuk kemenangan tidak saja di tingkat nasional dan di daerah, mulai dari sekarang pengurus bersama kader serta fungsionaris partai bekerja maksimal di tengah-tengah.

Mengingat salah satu upaya tersebut, mengawal perolehan suara pada Pileg mulai dari tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga ditetapkan oleh pihak penyelenggara Komisi Pemilihan Umum (KPU) nantinya.   

“Golkar sudah membentuk Badan Saksi Nasional (BSN) yang tugasnya mengawal perolehan suara. Sekarang tinggal konsolidasi internal perlu ditingkatkan, dalam rangka menyakinkan masyarakat,” pungkas Ahmad Doli.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00