Pertimbangkan Keselamatan Bersama, Festival Sedasih Dihentikan

KBRN, Bengkulu : Festival Sedasih yang diselenggarakan untuk menyemarakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Provinsi Bengkulu, terpaksa diberhentikan lebih awal oleh panitia pelaksana.

Penghentian festival yang seyogyanya di gelar di komplek Taman Budaya Bengkulu ini dari tanggal 18 sampai 20 November 2020 ini, alasan untuk keselamatan bersama.

Meski pihak panitia awalnya telah menerapkan protokol kesehatan (prokes), namun karena antusiasnya para pengunjung untuk mengikuti kegiatan tersebut, dikawatirkan akan menimbulkan klaster baru dalam penularan Covid 19.

Pernyataan itu disampaikan Project Officer, Oka Hendra Saputra didampingi Direktur RVN Management Ferry Setiawan, dalam keterangan persnya kepada sejumlah wartawan.

Oka menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian, panitia memang mendapatkan saran agar kegiatan tersebut dihentikan. Lalu juga atas pertimbangan banyak pihak, pihaknya mengambil kebijakan untuk menghentikan acara Sedasih Fest untuk kepentingan bersama.

"Insiden video yang tersebar tersebut juga menjadi bahan pertimbangan. Pasalnya, dengan antusiasnya para peserta yang mayoritas anak-anak kampus, ditambah animo dari masyarakat yang datang membuat panitia tidak bisa membendungnya," katanya pada Jumat, (20/11/2020).

Dengan dihentikan festival tersebut lebih awal, Oka juga menyampaikan permohonan maaf kepada berbagai pihak atas insiden di acara pada 18 November yang video berdurasi 2 menit 50 detik.

"Penghentian kegiatan Sedasih Fest ini murni keputusan kita, dengan tetap meminta pertimbangan beberapa pihak. Agenda awalnya di tutup malam nanti," jelasnya.

Senada dengan itu, Direktur RVN Management Ferry Setiawan juga mengucapkan permohonan maaf kepada pihak yang dirugikan atas kejadian ini.

"Dalam penyelenggaraan acara ini, RVN sendiri dengan penerapan protokol kesehatan baik dari mamakai thermo gun, tempat cuci tangan, dan memakai masker. Bahkan sebelum masuk ke dalam ruangan, kita memakai security untuk menyeleksi pengunjung yang datang selalu pakai masker," jelasnya.

Sementara untuk diketahui, Festival Sedasih tersebut sempat didatangi Kapolres Bengkulu, dan itu terjadi setelah ada video memperlihatkan peserta yang di duga tidak menerapkan protokol kesehatan Covid 19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00