Akibat Pandemi, Festival Tabut Digelar Tanpa Pasar Rakyat

Asisten II Sekdaprov Bengkulu Yuliswani

KBRN, Bengkulu : Festival  Tabut merupakan ritual tahunan masyarakat Bengkulu yang digelar setiap tanggal 1 sampai 10 Muharram.

Belakangan, event tersebut diangkat menjadi sebuah festival atau rangkaian pagelaran seni dan budaya. Bahkan berhasil menjadi salah satu event dari TOP 100 Celendar of Events Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI sejak tahun 2018.

Hanya saja, meski event Tabut ini mejadi magnit pariwisata untuk memperkenalkan Bengkulu ke dunia luar, bukan hanya nasional tapi juga internasional, namun tahun ini, masyarakat harus bersabar karena rangkaian Festival Tabut terpaksa tidak bisa digelar seperti biasanya, akibat pandemi Covid-19. Tapi tetap dilaksanakan tanpa adanya 'pasar malam'.

Hal tersebut disampaikan Asisten II Setda Provinsi Yuliswani, dalam keterangannya.

"Dinas Pariwisata sudah membicarakan hal ini kepada pihak Kerukunan Keluarga Tabut (KKT). Mengingat pandemi covid-19 disepakati bahwa yang dilaksanakan hanya ritualnya saja," ujar Yuliswani pada Sabtu, (11/7/2020).

Senada dengan itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bengkulu Irsan Setiawan.

Irsan menyebutkan, kegiatan yang sifatnya mengundang kerumunan tahun ini ditiadakan. Bahkan bukan hanya Festival Tabut, Festival Bumi Rafflesia dan Festival Pesisir Pantai Panjang tahun ini juga ditiadakan.

"Untuk tahun ini 3 event yang masuk Calender Of Event Kemenparekraf ditiadakan. Tapi juga ada kabar baik dari dunia pariwisata Bengkulu, destinasi wisata sejarah Benteng Marlborough dan rumah pengasingan Bung Karno yang sebelumnya ditutup akibat merebaknya covid-19 di Provinsi Bengkulu, sejak tanggal 5 Juli mulai dibuka kembali bagi pengunjung.

“Dua objek wisata itu dibuka, namun tetap mentaati protokol kesehatan,” tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00