Pelaku Seni Tari Bengkulu Dilatih, Dewi Coryati Ingatkan Kolaborasi Gaet Wisatawan

Dewi Coryati menerima bingkisan dari perwakilan Kemenparekraf

KBRN, Bengkulu : Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI terus memberikan pelatihan terhadap ratusan pelaku seni peran atau tari yang ada di Bengkulu.

Pelatihan yang dibagi perkelompok dari pelaku seni tari, bertempat di salah satu hotel berbintang di Kota Bengkulu ini, dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas serta pendapatannya.

Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati selaku mitra kerja Kemenparekraf RI, ketika membuka bimbingan teknis (bimtek) bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) subsektor seni pertunjukan di Bengkulu menyampaikan, pelaku seni tari ini karena generasi muda ditambah lagi saat ini sudah memasuki era normal, sehingga perlu dibekali ilmu pengetahuan tentang seni pertunjukan.

Terlebih pelatihan yang menghadirkan pemateri berkompeten di bidang seni pertunjukan, yakni Y. Nyoman Suko Utomo, sehingga ketika para wisatawan yang akan datang ke Bengkulu, tidak hanya sebatas melihat, namun ada kesan mendalam dari penampilannya.

“Biasanya setiap wisatawan yang datang melihat objek wisata di Bengkulu, tidak hanya disugukkan dengan pemandangan saja, melainkan juga perlu dipertontonkan seni pertujukan (tari,red) yang memukau, sehingga tidak mudah bosan dan memberikan kesan mendalam,” ujar Dewi pada Sabtu, (13/08/2022).

Menurut Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkulu ini, dalam menampilkan seni tari ini, biasanya jika tidak ada agenda rutin dan dampak ekonominya, akan punah dengan sendirinya.

Oleh karena itu, tugas dinas teknis untuk melakukan kolaborasi, sehingga bisa menjadwalkan dengan baik yang dikemas dan mensuport pelaku seni dalam sebuah paket wisata.

“Dengan berkolaborasi bersama pihak terkait seperti, pelaku ekraf subsektor seni pertunjukan dan juga ada ekraf oleh-oleh/ buah tangan, Insya Allah pariwisata di Bengkulu akan meningkat dan dampaknya bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan cepat serta murah,” jelas Dewi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bengkulu Almidianto memberikan apresiasi atas terselenggaranya bimtek ini. Mengingat pelatihan seperti ini sangat jarang dilakukan, sehingga diyakini sangat memberikan manfaat bagi pelaku seni pertunjukan yang ada di daerah ini.

Apalagi untuk menggaet wisatawan bisa datang ke Bengkulu, pihaknya juga telah berkolaborasi dengan para agen perjalanan wisata.

“Kegiatan ini sangat membantu ekraf subsektor seni pertunjukan di Bengkulu. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam menggaet wisatawan. Apalagi dari Pemerintah Daerah juga telah menyediakan tempat bagi pelaku seni tari untuk bisa menampilkan keahliannya, seperti di lapangan merdeka, Benteng Marlborough,dan gedung taman budaya,” jelasnya.

Dibagian lain, Direktur Pengembangan SDM Ekraf Kemenparekraf RI, Zoraidah Ibrahim menargetkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) ekraf yang unggul dan berdaya saing , serta untuk pemulihan dan pembukaan peluang kerja dan usaha di masyarakat.

“Diharapkan SDM pelaku seni tari di Bengkulu lebih baik lagi, sehingga setiap penampilannya mampu menggaet para wisatawan untuk datang dan kembali datang ke Bengkulu,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar