Apresiasi Geliat Wisata Bengkulu, Senator Riri Dorong Pemda Gelar Berbagai Event

KBRN, Bengkulu : Sebagai daerah yang memiliki keindahan alam, sejarah yang unik disertai budaya yang sangat beragam, Provinsi Bengkulu patut bersyukur. Ini merupakan anugrah dari Allah subhanahu wata'ala yang harus dimanfaatkan dengan baik dan benar.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Hj Riri Damayanti John Latief memberikan apresiasi dengan mulai berdatangannya wisatawan dan bergeliatnya wisata Bengkulu di tengah pandemi covid-19 yang berangsur-angsur melandai.

"Alhamdulillah, Bengkulu memang memiliki keunggulan di sektor pariwisata, baik wisata berbasis alam, religi, sejarah, pendidikan, kuliner dan budaya. Paling komplit. Wisatawan bebas memilih sesuai minat dan hobinya," kata Riri pada Senin (27/6/2022).

Senator Riri juga memberikan apresiasi kepada setiap pemerintah daerah yang menggelar berbagai event besar untuk menarik wisatawan ke daerahnya masing-masing.

"Baru-baru ini Pemda Kabupaten Kaur pecahkan rekor dunia dengan memasak sate sebanyak 10.500 tusuk dalam Festival Gurita 2022 dan sebentar lagi Pemerintah Provinsi Bengkulu akan menggelar Festival Tabut 2022 meski akan digelar terbatas, tetap harus disukseskan bersama," ujar Plt Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Bengkulu ini.

Senator Bengkulu ini menuturkan, berbagai masukan dari Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), Anies Baswedan, guna kemajuan pariwisata Bengkulu perlu diperhatikan.

"Beliau (Anies Baswedan, red) mengakui Bengkulu punya obyek wisata alam dan wisata sejarah yang luar biasa, bebas macet, tidak ada polusi udara, masyarakat yang ramah dan semua ini akan mendatangkan banyak keuntungan bagi daerah dengan memanfaatkan teknologi dan media serta pembangunan fasiilitas pendukung," tandas Wakil Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Bengkulu ini.

Lebih lanjut Alumni Magister Manajemen Universitas Bengkulu ini menambahkan, Presiden Joko Widodo menetapkan pariwisata sebagai leading sector pertumbuhan ekonomi nasional karena memiliki keberlangsungan yang baik serta efeknya bisa menyentuh masyarakat lapisan bawah.

"Sampai tukang gorengan pun bisa dapat untung kalau banyak wisatawan datang. Tapi tetap perhatikan aspek tampilan. Maka harus banyak edukasi kepada masyarakat agar langkah-langkah yang diperlukan seperti promosi tidak dikerjakan pemerintah sendiri," demikian Riri. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar