Syiafril Tegaskan KKT Bencoolen Keturunan Sah Keluarga Tabut

KBRN, Bengkulu : Keluarga Kerukunan Tabut (KKT) Bencoolen Provinsi Bengkulu kembali menegaskan bahwa satu-satunya perkumpulan untuk melaksanakan tradisi ritual Tabut di Bengkulu.

Mengingat selain perkumpulannya sudah terdaftar secara resmi di Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham), juga keberadaan Padang Kerbala dari Pondok Juada Padang Jati, dibawah penguasan KKT Bencoolen. Termasuk termasuk juru kuncinya.

Dengan demikian, bagi yang tidak tergabung dengan KKT Bencoolen, tidak bisa masuk ke Kerbala dan harus tahu diri. Apalagi prosesi ritual berawal dan Tabut tebuang juga di Padang Kerbala.

“Kami sudah melakukan perubahan sangat mendasar yang selama ini siapa saja bisa bergabung. Tapi semenjak terbitnya keputusan Kemenkuham Nomor :AHU.0000459.AH.01.08 tertanggal 11 Maret 2022, dan Berita Negara Republik Indonesia Nomor 021 tertanggal 14 Maret 2022, bahwa yang tergabung dalah komunitas pemilik penja pusaka tabut atau yang memang merupakan keturunan, terdiri 10 komunitas ditambah juru kunci serta pengendali dan pengawas apabila terjadi penyimpangan, yakni, keturunan pemilik trompet pusaka tabut,” ungkap Ketua KKT Bencoolen Provinsi Bengkulu Ir. Achmad Syiafril, Sy didampingi Keturunan Pemilik Trompet Pusaka Tabut, Heriyandi Amin dalam keterangannya.

Syiafril yang menginginkan perayaan Tabut tahun ini bisa lebih meriah, karena masuk Karisma Event Nusantara bersama Festival Dol, juga memperingatkan pihak yang tidak tergabung dalam KKT Bencoolen, agar tidak menggelar ritual tabut di Bengkulu dan menyatakan jangan salah perasaian. Apalagi pada tanggal 28 Juli hingga 8 Agustus 2022 mendatang, prosesinya akan dimulai.

“Kami sudah berziarah ke Padang Kerbala, yang bukan masuk KKT Bencoolen tidak bisa masuk. Lalu untuk proses pengambilan tanah akan di mulai pada tanggal 29 Juli malam. Sedangkan dimulainya pembuatan bangunan tabut pada hari ke 4 Hari Raya Idul Adha atau 13 Dzulhijjah,” katanya pada Sabtu, (28/5/2022).

Senada dengan itu Keturunan Pemilik Trompet Pusaka Tabut, Heriyandi Amin mengaku, memang ada upaya dari orang-orang diluar keturunan sah keluarga tabut yang mengaku-ngaku.

Padahal yang berhak menggelar prosesi ritual tabut adalah dari keturunan tabut. Untuk itu pihaknya akan mengawasi pelaksanana prosesi ritual tabut agar bisa berjalan dengan baik dan benar.

“Kalau ada yang melenceng, saya selaku pemegang trompet akan bergerak untuk mengingatkan. Kemudian bagi oknum diluar KKT Bencoolen, diharapkan dapat tahu diri, dan tidak membuat gaduh, karena kami dari keturunan tabut apapun yang terjadi pasti tetap akan melakukan kewajiban untuk prosesi dan ritual tabut ini sudah lakukan secara turun temurun," terangnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar