Kerukunan Tabut Budaya Meminta Jalur Pembuangan Tabut di Karbela Disterilkan Dari Kabel dan Pohon

KBRN, Bengkulu: Pegiat tradisi tabut dari kerukunan Tabut budaya Idramsyah mengatakan keseriusan pemerintah dalam hal pelestarian budaya hingga kini masih dipertanyakan, hal itu karena minimnya dukungan secara berkelanjutan serta minimnya perencanaan yang matang dalam memajukan budaya, padahal sejumlah budaya Bengkulu sudah masuk dalam event kalender wisata nasional yang disorot oleh banyak pihak.

Salah satunya adalah tabut, minimnya dukungan secara berkelanjutan itu seperti masih sulitnya kelompok tabut untuk masuk kek kawasan sakral Karbela yang menjadi lokasi akhir prosesi tabut, bangunan tabut yang tinggi hingga 6-7 meter sulit masuk karena terhalau pepohonan hingga kabel listrik dan telpon.

Ia menyebut sudah lama semestinyap emerintah bersama pihak terkait membersihkan jalur menuju karbela agar wisata budaya tabut berjalan tanpa kendala.

"kalau pemerintah tuh serius mendukung tabut, ya saya mohon ranting, pohon menuju Karbela itu dipangkas. Kabel juga, karena bangunan tabut sulit melintas" ungkap Idramsyah.

Pria yang akrab disapa cik Dram ini juga menyebut minimnya perencanaan perayaan budaya, padahal tabut adalah event besar tahunan.

Akibat minimnya perencanaan banyak hal akhirnya tak terakomodir, seperti tidak ada anggaran dana tabut dari pemda kota Bengkulu, tidak adanya bazar dan pagelaran seni yang tak dipungkiri menjadi magnet utama kehadiran masyarakat. 

Selain itu pelaksanaan tabut yang direncanakan akan dilangsungkan di dalam ruangan, yang merupakan pertama kalinya dilakukan dan masih dalam tahap coba coba.

Dilain pihak tabut tahun ini akan diasistensi dan dikurasi secara langsung langsung noleh kemenparekraf RI.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar