Mempertahankan Tradisi Menjadi Cara Jitu Lemang Tapai Padang Kian Populer

KBRN, Bengkulu: Kuliner tradisional ditengah era perkembangan dunia makanan dan minuman yang terus berkembang harus bertahan untuk tidak tergantikan, sebagian berupaya mengikuti perkembangan dengan inovasi makanan tradisional kekinian yakni perpaduan makanan tempo dulu dengan bahan makanan masa kini, seperti serabi coklat, tiramisu, hingga serabi rasa green tea. 

Namun tak sedikit pengrajin makanan tradisional yang tetap mempertahankan keasliannya untuk melestarikan warisan leluhur serta bahan makanan yang ramah terhadap kesehatan. Salah satunya Lemang Padang, kuliner asal Sumatera Barat ini tak hanya dikenal di daerah nya namun juga hingga ke sejumlah wilayah tanah air, seperti halnya masyarakat mengenal rendang Padang. 

Uni Enda salah seorang pengrajin lemang Padang yang berjualan di kawasan Tanah Patah kota Bengkulu ini menyebut tetap mempertahankan pembuatan lemang dalam bambu yang dimasak hingga berjam jam, tidak ada proses yang dihilangkan demi menjadi keaslian dan cita rasa makanan. Lemang bahkan dibuat dari beras ketan yang mentah dicampur dengan garam, pandan dan santan lalu dimasukkan kedalam bambu untuk selanjutnya diletakkan didekat bara api. 

Di satu sisi kini banyak pedagang yang hanya pura pura membakar lemang padahal beras ketan dimasukkan kedalam bambu saat sudah matang dengan metode masak kukus, hal itu guna menghemat proses pembuatan lemang hingga berjam jam.

"masaknya lama karena memang begitu cara masaknya, kalau mau dibuat cepat ya bisa, aron ketan di panci, kalo sudah setengah matang baru masukkan kedalam bambu, tapi ya beda rasanya" ujar Endah (25/1/2022).

Sementara itu mantan pengrajin lemang Bengkulu Septi mengaku sangat ingin agar lemang tapai Bengkulu juga bisa dikenal seperti lemang Padang, namun adanya pengrajin lemang yang bertahan saja ungkapnya sudah suatu keberuntungan karena sudah mulai sulit menemukan pembuat lemang tapai Bengkulu. Ia menyebut meski Bengkulu terdapat sentra penjualan lemang tapai, yakni jalan Sungai Rupat, namun perhatian terhadap para pengusaha mikro tersebut sangat minim. Padahal bila benar benar diperhatikan bukan tidak mungkin lemang tapai Bengkulu sepopuler lemang tapai Padang

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar