Legislator Dorong Pemprov Bengkulu Miliki Konsep Jelas Pembinaan Desa Wisata

KBRN, Bengkulu : DPRD Provinsi Bengkulu mendorong sekaligus meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk memiliki konsep dan pembinaan yang jelas dalam pengelolaan desa wisata, terutama yang tersebar di 9 kabupaten.

Terlebih dalam tahun ini Pemprov melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi, juta telah mengagendakan penyelenggaraan perlombaan desa wisata.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu Sujono mengatakan, sebenarnya perlombaan yang diagendakan, bisa menjadi titik awal bagi Pemprov untuk memiliki konsep dalam pengembangan desa wisata, sehingga dengan begitu nantinya keberadaan desa wisata bisa melahirkan multiplier effect, baik bagi desa wisata itu sendiri, kabupaten/kota ataupun provinsi.

“Di Provinsi Bengkulu ini terdapat desa-desa yang memiliki potensi-potensi besar pada sektor wisata. Tinggal lagi bagaimana memaksimalkan potensi. Makanya Pemprov juga harus memiliki konsep. Misal potensi wisata di desa juga harus dipadukan dengan seni budaya setempat, sehingga memberikan dampak positif, termasuk dari segi pendapatan daerah," katanya pada Senin, (26/7/2021).

Lebih lanjut politisi PKS ini menyampaikan, konsep yang dimaksud juga harus diiringi dengan pembinaan. Seperti, dalam perlombaan nanti sudah diketahui pemenang lomba desa wisata.

"Mungkin desa pemenang ini bisa difokuskan dalam memberikan pembinaan. Pembinaan itu harus ditindaklanjuti dengan pengalokasi anggaran. Kemudian juga harus ada target dalam pengembangan desa wisata ini," jelas Sujono.

Secara terpisah, Kepada Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bengkulu, Irsan Setiawan, menerangkan, sejauh ini pihaknya masih terus melakukan sosialisasi hingga awal November mendatang. Hanya saja sejauh ini sudah ada 35 desa wisata yang mendaftar perlombaan, meski secara global dan sesuai dengan SK Bupati, di Provinsi Bengkulu ini terdapat sekitar 226 desa wisata.

“Perlombaan ini sendiri diharapkan dapat menumbuhkan dalam penggarapan desa wisata, sehingga nantinya dapat membantu pendapatan asli daerah baik bagi desa, kabupaten, dan juga provinsi. Untuk perlombaan sendiri, kita berlakukan sama untuk setiap peserta. Supaya tidak ada desa yang merasa dianaktirikan. Setelah itu baru tim penilai melakukan penilaian," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00