KKT Tegaskan Satu Kepengurusan

KBRN, Bengkulu : TB KKT Bencoolen menegaskan, bahwa satu-satunya organisasi KKT yang secara resmi dan diakui oleh pemerintah.

Mengingat secara kepengurusan sudah berganti ketua-nya. Sedangkan untuk jabatan Ketua yang sekarang adalah, Oza Tarino, dan sudah ditetapkan sesuai hasil rapat pengurus serta anggota KKT.

"Kami tidak ada dualisme KKT, karena di kepengurusan saat ini merupakan gabungan 16 keturunan keluarga tabut yang resmi. Sementara untuk mantan Ketua sebelumnya, Ir. Syiafril, di duga hanya berdiri sendiri. Kita juga sudah buat akta notaris yang didaftarkan di KemenkumHam, ada empat pendiri, Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara Umum. Dari empat itu. tiga pendiri bersama kami. Sedangkan Syiafril, (Mamu,red) hanya sendiri. Artinya, kami adalah KKT sebenarnya," ungkap Ketua Harian TB KKT Bencoolen Junaidi Jull, dalam keterangannya.

Senada dengan itu, Ketua TB KKT Bencoolen Oza Tarino mengatakan, dari total 17 keluarga tabut sacral, hanya satu yang tidak ikut gabung yaitu keluarga tabut Imam.

"Kita akan melaksanakan ritual tabut sesuai dengan kondisi pandemi dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes), dan  setelah memastikan pelaksanaan tabut tahun dapat diselenggarakan akan menemui Gubernur Bengkulu yang juga selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 daerah, nantinya membuat tabut kemungkinan tidak begitu besar," terang Oza.

Disamping itu, Bendahara KKT Wahyudi menceritakan kronologis hingga bergantinya Ketua KKT dari Syiafril ke Oza.

"Sesuai dengan komitmen tahun 2020 lalu, tidak dilaksanakan tabut, dan tidak membuat bangunan tabut. Jika tetap dibuat, maka Ketua saat itu siap mengundurkan diri. Komitmen itu ditandatangani Ketua KKT Ir Syiafril. Lalu kita laksanakan rapat anggota dengan mengundang beliau secara resmi, namun tidak datang. Dengan itu, pucuk pimpinan kita laksanakan pemilihan, yang Oza ditunjuk menjadi Ketua," cerita Yudi.

Sementara itu, salah satu sesepuh KKT, Pen menyatakan, lantaran waktu pelaksanaan tinggal lebih kurang 2 bulan lagi, pihaknya diperkirakan melaksanakan kegiatan ritual tabut. Hal itu dilakukan agar ritual seni dan budaya tabut tidak hilang, serta semakin besar. Terlebih masyarakat sendiri juga menantikannya. Belum lagi tabut Bengkulu ini sudah dikenal sampai keluar negeri.

"Kami tidak ingin budaya tabut ini hilang. Meskipun Covid-19, kita tetap akan melaksanakan tabut. Tapi sesuai dengan arahan dari gugus tugas untuk menerapkan Prokes Covid-19 yang ketat,” jelasnya.

Secara terpisah, mantan Ketua KKT Tabut Bencoolen, Ir Syiafril saat dikonfirmasi terkait keterangan pers TB KKT Bencoolen, menyebut bahwa dirinya masih Ketua KKT Tabut Bencoolen yang sah dan tercatat di KemenkumHAM.

Apalagi jika memang tidak lagi, justru ia mempertanyakan kenapa tidak merubah akta KKT di KemenkumHAM? Pasalnya yang tercatat di KemenkumHAM, diakuinya, masih namanya.

“Syarat untuk mengubahnya itu tidak ada sengketa. Kalau sekarang itu, namanya mereka di duga mau mengkudeta saya selaku ketua. Dan dalam persoalan ini pihak Pemda sudah rapat serta menunjuk siapa yang akan memfasilitasi untuk menyelesaikan persoalan ini," demikian Syiafril.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00