Perkara Korupsi Proyek Pengaman Banjir Segera Naik ke Meja Hijau

BENGKULU, KBRN: Kejaksaan Tinggi Bengkulu telah merampungkan berkas perkara dugaan korupsi pada proyek pembangunan pengaman banjir Sungai Bengkulu tahun anggaran 2019 di Dinas PUPR Provinsi Bengkulu. Itu artinya tidak lama lagi perkara ini akan masuk tahap persidangan.

Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu Agnes Triani SH SH MH melalui Kasi Dik Adpidsus Danang PrasetyoSH MHum mengatakan saat ini hanya tinggal merapikan berkasnya saja sebelum dilimpahkan ke pengadilan. "Tinggal dijilid," kata Danang kepada wartawan, Senin (22/2) siang, usai melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Isnaeni di Mapolda Bengkulu.

Pemeriksaan itu sendiri dalam rangka melengkapi berkas perkara setelah sebelumnya pengadilan Tipikor menolak gugatan melalui pra peradilan yang diajukan Isnaeni.

Danang mengatakan, dalam perkara ini memang baru tiga tersangka yang ditetapkan. Mereka adalah Isnaeni selaku kontraktor sekaligus direktur CV Marbin Indah, sebagai pelaksana proyek. Lalu Kepala Bidang SDA Dinas Perkerjaan Umum Provinsi Bengkulu Apizon Nazardi dan Konsultan Pengawas Proyek Ibnu Suud dari CV Utaka Essa. 

"Perkaranya masih dalam pengembangan. Kemungkinan ada tersangka baru, bisa saja," kata Danang.

Ia menggaris-bawahi, saat ini memang pengusutan masih di tahap pelaksanaan proyek. Belum menyentuh sisi perencanaan.

Selain telah menahan ketiga tersangka, Danang mengakui pihaknya juga telah menyita sejumlah aset milik salah satu tersangka yang enggan dia sebutkan nama atau inisialnya. Aset itu berupa harta benda.

Seperti diketahui, Kejati Bengkulu mengusut kasus ini setelah ada temuan potensi kerugian negara berdasar hasil audit BPK RI. Nilanya mencapai 1,9 milyar dari total anggaran proyek Rp 6,9 milyar.

Kejati Bengkulu kemudian menindaklanjuti temuan tersebut, dengan memanggil sejumlah pihak terkait untuk dimintai klarifikasi. Hingga akhirnya Kejati Bengkulu menemukan adanya indikasi pelanggaran pada pengerjaan proyek tersebut. Setelah diselidiki lebih lanjut, diketahui proyek pengaman banjir diduga tidak sesuai dengan mutu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00