Kasus Sahbudin: Kapolda Bengkulu Pastikan Proses Hukum Berjalan

BENGKULU, KBRN: Kapolda Bengkulu Irjen Pol Teguh Sarwono mengatakan Propam Polda Bengkulu telah memproses dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri dalam kasus penganiayaan di Kabupaten Bengkulu Utara yang menimbulkan korban jiwa atas nama Sahbudin.

Dikatakan Kapolda, ada lima anggotanya yang diproses atau diperiksa. Bahkan mereka itu telah diberi sanksi pelanggaran kode etik. Ia memastikan proses penegakan hukum masih berlanjut jika kelimanya juga terindikasi melanggar pidana.

Terkait pemeriksaan internal yang dilakukan Propam, kata Teguh Sarwono, berkasnya sendiri sudah dikirim ke Polres Bengkulu Utara. Ia menyebut ada dua anggota di Polda yang ikut diproses.

Sementara menyikapi desakan KontraS, Teguh bilang silakan saja. Itu adalah haknya. Yang pasti, kata Teguh Sarwono, proses hukum sudah berjalan. Baik di Polda maupun di Polres Bengkulu Utara sendiri. Anggota yang melakukan pelanggaran disiplin atau kode etik bahkan pidana, kata Teguh, tetap diproses dan dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

Di sisi lain, Kapolda juga menyampaikan kondisi anggota Polri yang menjadi korban penganiayaan. Kata Kapolda, saat ini yang bersangkutan masih belum pulih sehingga belum bisa bertugas seperti biasanya.

Seperti sudah ramai diberitakan, kasus ini bermula dari Sahbudin (56 tahun) yang menganiaya AIPDA Edi Kartika (40), Selasa (8/01) lalu. Sahbudin menusuk bagian leher Edi sehingga Edi menderita luka parah.

Setelah melukai Edi, Sahbudin akhirnya diamankan polisi. Namun kabar mengejutkan kembali mencuat. Pasalnya, Sahbudin pun meninggal dunia pada Rabu, 9 Desember 2020 atau sehari setelah ditangkap polisi. Diduga, warga Kecamatan Hulu Palik itu meninggal karena dianiaya petugas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00