Bersinergi Berantas Narkoba, Rutan Razia Sel Napi

BENGKULU, KBRN: Rutan Bengkulu Kelas IIA bergerak cepat merespon hasil pemeriksaan polisi pasca-penangkapan Di (17) seorang pelajar SMK yang kedapatan membawa sabu oleh Tim Yustisi saat menggelar razia masker di Kota Bengkulu, Senin (11/01) siang.

Kepala Rutan Kelas IIA Bengkulu Tutut Prasetyo mengatakan, respon cepat dilakukan dengan menggelar razia ke sel tahanan napi yang diduga terlibat. Hasilnya, petugas Lapas menemukan satu unit hape yang diduga menjadi sarana komunikasi para pelaku.

"Kita melakukan konfirmasi terkait adanya warga binaan yang dikaitkan narkoba di dalam Lapas yang ada beredar di pemberitaan. Itu sebenarnya merupakan warga binaan dari Rutan Bengkulu," ujarnya kemarin Rabu didampingi Kepala Kepala Pengaman Rutan Bengkulu Pebbri Yantoni saat menggelar jumpa pers, Rabu (13/01).

Tutut mengatakan, diketahui dalam pemeriksaan pihaknya langsung melakukan penggeledahan di ruangan Tahanan Narkoba. Alhasil personel langsung mengamankan terduga rekanan Di berinsial Ar (21) yang berada di tahanan rutan. Ar merupakan warga binaan yang menerima putusan perkara narkoba selama 5 tahun 6 bulan. 

"Saat ini yang bersangkutan sudah mengakui itu pesanan dari dia ," imbuhnya. 

Tutut menegaskan, pihaknya berkomitmen dalam pemberantasan narkoba. Termasuk akan mendalami mengapa handphone bisa masuk ke rutan. Ia memastikan siapa pun yang terlibat akan ditindak tegas.

"Kalau memang ada oknum kita yang bermain juga akan kita tindak lanjuti. Kalau ada laporan atau pengaduan, sampaikan dengan jelas siapa agar bisa kami proses," katanya.

Sementara Ar, saat ditanyai awak media, mengaku baru pertama kalinya melakukan transaksi narkoba tersebut. Ia mengaku barang itu juga merupakan pesanan oleh diduga napi yang saat ini berada di Lapas Bengkulu. 

"Baru pertama kali, ini juga bukan barang saya," ujarnya.

Seperti diberitakan, dalam operasi yustisi yang digelar pada Senin (11/1) lalu, tim menemukan puluhan pelajar sedang kumpul di depan SMK Negeri 2 Kota Bengkulu. 

Personel pun mencurigai salah satu pelajar yang tidak memakai masker dan helm. Saat digeledah ternyata yang bersangkutan membawa narkoba sebanyak 22 paket kecil, 2 paket besar, 1 timbangan dan 7 butir pil ekstasi. 

Melihat hal tersebut akhirnya anggota satgas covid -19 Provinsi Bengkulu menyerahkan perkara ini ke Direktorat Resnarkoba.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00