Trawl vs Tradisional: Polda Tetapkan Tiga Nahkoda Tersangka

BENGKULU, KBRN- Subdit Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bengkulu menetapkan tiga orang tersangka terkait dengan tindak pidana bidang perikanan melanggar penggunaan alat tangkap ikan. 

Tiga orang tersangka tersebut merupakan nahkoda kapal trawl. Masing-masing berinisial Ar, Rs dan Ws--ketiganya warga Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. 

Penetapan tiga orang tersangka terkait bidang perikanan tersebut dibenarkan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bengkulu, Kombes Pol Dolifar Manurung SIK MSi.

"Kami menetapkan tiga orang tersangka yang merupakan tiga nahkoda kapal yang terlibat dengan penggunaan alat tangkap trawl," jelas Dir Reskrimsus, Rabu (13/1).

Untuk sementara yang ditetapkan tersangka hanya tiga orang. Untuk pemilik kapal dan Anak Buah Kapal (ABK) masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Pasal yang disangkakan undang-undang perikanan ancaman hukuman 8 tahun penjara. Saat ini ketiga orang tersangka sudah dilakukan penahanan di Rutan Mapolda Bengkulu.

"Untuk sementara nahkodanya dulu," imbuh Dir Reskrimsus.

Berkas tiga orang tersangka yang melanggar penggunaan alat tangkap ikan tersebut sudah dikirimkan ke Kejati Bengkulu untuk diteliti. Penyidik Tipidter Polda Bengkulu hanya tinggal menunggu hasil penelitian berkas dari jaksa, apakah ada kekurangan atau sudah lengkap. 

Berkaitan dengan pasal yang disangkakan, untuk sementara penyidik menerapkan pasal yang berkaitan dengan undang-undang perikanan dengan ancaman pidana 8 tahun.

"Hari ini berkasnya sudah dilakukan pelimpahan tahap I ke Kejati Bengkulu untuk diteliti," pungkas Dir Reskrimsus.

Laporan tindak pidana bidang perikanan tersebut dilaporkan oleh Rusman (50) warga Desa Lubuk Tanjung, Kecamatan Air Napal, Kabupaten Bengkulu Utara pasca rusuh nelayan tradisional dan nelayan trawl di Kabupaten Bengkulu Utara akhir Desember 2020 lalu. 

Selain menindak lanjuti laporan tindak pidana bidang perikanan, laporan dugaan penganiayaan yang dilaporkan oleh Siti Rahma (25) warga Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu (pihak keluarga nelayan trawl) masih dalam penyelidikan Ditreskrimum Polda Bengkulu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00