Kasus Pencurian Meningkat di Masa Pandemi, Trend Pengungkapan Turun

BENGKULU, KBRN: Polres Bengkulu menyebut tren angka kasus kejatahan di wilayah Kota Bengkulu, terutama pencurian kendaraan bermotor, meningkat selama masa pandemi Covid-19. Sementara trend pengungkapan menurun.

Hal itu disampaikan Kapolres Bengkulu AKBP Pahala Simanjutak kepada RRI, Jumat (16/10) di Kota Bengkulu. "Belakangan ini, khususnya di masa pandemi ini, ini angka kasus pencurian saya melihat terjadi meningkat," kata Pahala.

Dikatakan Pahala, upaya pengungkapan kasus curanmor memang agak menurun. Namun ia menyatakan terus meminta jajarannya untuk meningkatkan pengungkapan. Termasuk peningkatkan patroli untuk mengantisipasi. Baik personil Polres maupun dari Polsek jajaran. "Khususnya ke daerah atau permukiman yang rawan," sebut Pahala.

Soal kendala, Pahala menyebut jumlah personil bukan alasan. Itu soal klasik, katanya. Hanya saja saat ini memang ada berbagai fokus kegiatan yang juga tak bisa diabaikan terkait peran polisi dalam menangani pandemi Covid-19.

'Sebenarnya semua hal kita jadikan fokus. Baik soal gangguan kamtibmas maupun agenda lain seperti Pilkada serntak dan penanganan Covid-19. Memang ada sedikit terbagi-bagi konsentrasi kita sehingga ada penurunan angka pengungkapan. Tapi saya juga terus mengingatkan anggota untuk terus mengungkap kasus-kasus," papar Pahala.

Lebih jauh, Pahala juga mengungkap ada peningkatan kasus perampasan kendaraan bermotor oleh petugas penagih atau debt collector terhadap konsumen. "Ini juga masih dalam proses. Memang cukup banyak kasusnya. Sudah ada yang kita amankan," tutupnya.

Sementara itu, berdasar data Anev GKTM Polres Jajaran Kasus Menonjol Triwulan III Dibanding Triwulan II THN 2020 yang disampaikan Bidang Humas Polda Bengkulu, dua kasus yang menonjol selama triwulan III adalah pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan penganiayaan berat (anirat).

Di Kota Bengkulu kasus curanmor meningkat 48 persen dimana jumlah kasusnya tercatat 31 dari sebelumnya di triwulan II sebanyak 21 kasus. Angka anirat turun 49 persen, dari 75 kasus di triwulan II menjadi 62 kasus di triwulan III.

Angka curanmor juga meningkat di Mukomuko. Pada triwulan II ada 4 kasus, naik 150 persen atau ada 10 kasus di triwulan III. Sementara angka anirat tercatat hanya ada satu kasus di triwulan III dari sebelumnya 0 di triwulan II.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno juga mengungkapkan keberhasilan Polda Bengkulu dan Polres jajaran dalam mengungkap kasus curanmor di 14 TKP di Kota Bengkulu dan sejumlah kabupaten (Benteng, Rejang Lebong).

Adapun 14 TKP aksi kejahatan yang dilakukan oleh tersangka di antaranya muara Bangkahulu, Medan Baru, Pasar Pedati, Gedung STQ, gerbang STQ, padang Jati S Parman, kantor Camat Muara Bangkahulu, Pasar Bengkulu SMP 7, Belakang Pondok gedung DPRD baru, Unib, Pondok Kelapa, Pasar Kaget Pematang Gubernur, Tapak Paderi, dan Pasir Putih Pantai Panjang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00