Jelang Operasi Antik Nala, Personil Polda Cek Urine

BENGKULU, KBRN: Tren kasus penyalahgunaan Narkoba di Bengkulu terus meningkat belakangan ini. Bahkan hampir setiap hari ada saja kasus yang diungkap dengan tersangka dan barang buktinya, baik di Polda Bengkulu maupun di Polres jajaran.

Dalam rangka memerangi kejahatan Narkoba itu, Polda Bengkullu mulai hari ini (06/08) resmi melaksanakan Operasi Antik Nala 2020. Operasi ini dijadwalkan berakhir tanggal 20 Agustus 2020. Baik Polda dan Polres jajaran diberi target untuk mengungkap kasus.

Kapolda Bengkulu Irjen Pol Teguh Sarwono melalui Dir Narkoba Komisaris Besar Polisi Roh Hadi kepada RRI mengatakan, di tingkat Polda targetnya 3 kasus. Sementara Polres diberi target minimal satu kasus.

"Targetnya 61 kasus. Bisa orang, bisa barang," kata Roh Hadi di sela-sela kegiatan cek urine personil di Mapolda Bengkulu, Kamis (06/08).

Ia mengakui operasi ini diperlukan karena angka laporan dari masyarakat terkait kasus Narkoba tidak banyak. "Ya, karena laporan dari masyarakat itu kecil. Makanya perlu kita gelar operasi," ujarnya.

Roh Hadi mengatakan, sebelum operasi dimulai, pihaknya terlebih dulu memastikan kesiapan personil, terutama petugas yang akan diterjunkan.

"Ya, petugasnya harus bersih. Jangan sampai terkontaminasi," imbuh Roh Hadi.

Ratusan Kasus

Terpisah, Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno mengungkapkan, selama semester pertama 2020 sudah tercatat 180 kasus Narkoba. 127 kasus di antaranya sudah P21 atau lengkap.

Data Ditresnarkoba sementara menunjukkan kasus terbanyak adalah penyalahgunaan narkoba jenis sabu (47 kasus) diikuti ganja (13 kasus) dan lainnya tembakau gorilla (11 kasus).

Dari jumlah kasus itu, polisi menangkap 98 tersangka. Yang dominan adalah pemakai (54 orang), lalu pengedar (38 orang), bandar (2 orang) dan kurir 4 orang. Berdasar jenis kelamin, laki-laki ada 92 orang, perempuan 6 orang.

"Jadi kalau kasus Narkoba, itu harus selesai 100 persen. Beda dengan kasus yang lain karena kasus Narkoban kan pasti tangkap tangan," imbuh Sudarno.

Sudarno menjelaskan, pengungkapan kasus Narkoba memang tak mudah karena sifat peredarannya adalah jaringan terputus. Bengkulu sendiri, kata dia, menjadi pangsa pasa yang dianggap cukup potensial oleh para pelaku.

"Dibilang besar tidak juga. Tapi cukup. Makanya hasil tangkapan kita bisa dibilang cukup banyak juga. Termasuk BNN yang bulan lalu menangkap setengah kilo. Motifnya macam-macam," urai Sudarno.

Depan SMP

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Bengkulu Iptu Sampson Soza Hutapea menyampaikan bahwa belum lama ini pihaknya telah mengungkap kasus Narkoba di Kelurahan Rawa Makmur, Kota Bengkulu. TKP jalan Bandar Raya, depan SMP 11 Kota Bengkulu.

"Penangkapannya di hari Sabtu tanggal 2 Agustus jam 8 malam di depan SMP 11. Pelaku inisial YS usia 31 tahun dengan BB 8 paket sabu siap edar, satu unit hape, satu unit sepeda motor. Yang bersangkutan masuk klasifikasi pengedar. Pemain lama," ungkap Iptu Hutapea.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00