Kasus Penipuan, Mufran Imron Dilaporkan ke Polda

BENGKULU, KBRN: Ir Syopyan Hosen ST MH mendatangi Mapolda Bengkulu, Senin (29/06). Pria yang mengaku konsultan itu melaporkan dugaan penipuan yang menimpanya. Terlapor disebut  bernama Mufran Imron.

Kepada wartawan Syopyan menyebut Mufran yang dia maksud adalah orang yang kini menjabat Ketua KONI Bengkulu. Namun dalam perkara yang dilaporkannya, posisi Mufran Imron adalah sebagai ketua Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Bengkulu.

Syopyan membeberkan, kasus bermula pada tanggal 04 Agustus 2015 ketika dirinya datang ke rumah terlapor dalam rangka memenuhi permintaan terlapor.

"Saya diminta membawa uang titipan untuk pengurusan PAW Anggota Dewan Provinsi Partai PKPI. Terlapor minta biaya untuk pengurusan ke partai di Jakarta," ujar Syopyan.

Syopyan mengakui dirinya adalah calon PAW dari Anggota DPRD Provinsi bernama Gustian alias Yayan karena dia merupakan peraih suara terbanyak.

"Waktu itu saya sudah bilang bahwa suara terbanyak yang digantikan. Tapi dia bilang dia yang ketua, dia yang atur. Kalau tiga bulan tidak selesai, uang saya dikembalikan," cerita Syopyan.

Namun, kata Syopyan yang tinggal di Kota Bengkulu ini, setelah diminta secara baik-baik, uang Rp 100 juta yang dia setorkan ke terlapor tak kunjung dikembalikan hingga saat ini. Sehingga ia terpaksa membawa kasusnya ke jalur hukum.

Sementara Kapolda Bengkulu Irjen Pol Teguh Sarwono MSi melalui Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Sudarno SSos MH mengatakan laporan yang disampaikan Syopyan itu akan ditindak-lanjuti.

"Prinsipnya kalau Polri menerima laporan dan wajib menindak-lanjuti. Apakah nanti terbukti atau tidak tindak pidana, tergantung penyelidikan. Nanti kan ada pengumpulan keterangan, barang bukti dan gelar perkara. Kalau terbukti, prosesnya dilanjutkan. Kalau tidak, maka akan diberitahukan melalui SP2D. Tidak terbukti karena apa nanti dijelaskan," jelas Kombes Sudarno.

Mufran: Saya Bisa Lapor Balik

Dikonfirmasi RRI terkait langkah Syopyan itu, Mufran mengatakan dirinya tak mempersoalkannya. Namun Mufran menegaskan jika laporan itu hanya fitnah, maka ia bisa melapor balik.

"Silakan saja kalau memang ada bukti-bukti. Tapi kalau hanya fitnah, saya kan bisa lapor balik nanti. Yang jelas, saya tidak pernah menerima uang atau menjanjikan apa-apa seperti yang dia bilang itu," kata Mufran.

Mufran sendiri sempat mempertanyakan nama yang melaporkannya. Sebab nama mirip pelapor, kata dia, ada banyak. "Kalau Sopyan kontraktor saya kenal. Kalau ada Sopyan yang lain, saya nggak kenal," imbuh Mufran.

Mufran juga memastikan dirinya siap menjalani pemeriksaan jika diminta. "Kalau dipanggil wajib dipenuhi. Nggak masalah. Dipanggil polisi itu kan belum tentu bersalah," tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00