Deklarasi Kecam Kekerasan Seksual Pada Perempuan dan Anak

Deklarasi tolak kekerasan seksual

KBRN, Bengkulu : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bersama Srikandi Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya Provinsi Bengkulu mendeklarasikan penolakan segala bentuk kekerasan seksual yang mengancam pada perempuan dan anak.

Deklarasi tersebut dilakukan di Pantai Panjang Kota Bengkulu di sela-sela kegiatan Konvoi Batik Besurek, Sabtu (13/8/2022). Deklarasi tersebut menyusul adanya tindakan pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang ayah di Kabupaten Rejang Lebong terhadap putri kandungnya.

Ketua TP Sriwijaya Destita Khairilisani dalam keterangan mengecam keras perbuatan tersebut. Destita mengatakan korban mengalami trauma akibat perbuatan pelaku.

"Kami mengecam perbuatan pelaku, seorang ayah kandung yang seharusnya menjadi pelindung tetapi justru merusak masa depan anaknya sendiri. Akibat perbuatan pelaku, korban saat ini mengalami trauma dan lebih banyak diam," ujar Destita.

TP Sriwijaya, lanjut Destita berharap korban mendapatkan pendampingan dari psikolog untuk pemulihan psikis yang dialaminya.

Demikian dengan proses hukum yang berlaku, Destita meminta pelaku dihukum seberat-beratnya.

TP Sriwijaya tidak memberikan toleransi atas setiap kasus kekerasan seksual yang telah meninggalkan trauma bagi korban.

"Proses selanjutnya kami percayakan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum dan kami menilai hukuman berat layak dikenakan pada tersangka karena perbuatannya telah menimbulkan luka secara fisik dan trauma psikis yang pemulihannya bisa seumur hidup," ucap Destita.

Atas kejadian tersebut, TP Sriwijaya mengajak Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu mendeklarasikan diri untuk menolak segala bentuk kekerasan seksual bagi anak dan perempuan di Bengkulu

Bentuk deklarasi ditandai dengan ikrar dan penandatanganan yang diikuti Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama seluruh jajaran pemerintahan dengan konteks sebagai berikut;

1. Menolak berbagai bentuk kekerasan, pelecehan, incest bagi perempuan dan anak di Provinsi Bengkulu,

2. Mengajukan kepada Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu Kabupaten Kota dan seluruh instansi instansi di Provinsi Bengkulu agar menjadikan perlindungan perempuan dan anak menjadi prioritas menuju Bengkulu maju, hebat dan sejahtera.

3. Berperan aktif menurunkan kekerasan terhadap perempuan dan anak di provinsi bengkulu melalui program pemberdayaan bekerjasama dengan semua pihak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar