LPKA Kelas II Bengkulu Menjamin ABH Tetap Dapatkan Haknya

foto keterangan pers LPKA Kelas II Bengkulu bersama PKBI

KBRN, Bengkulu : Setiap Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) di Bengkulu, tetap mendapatkan hak-haknya sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang No 11 tahun 2012

Dimana saat ini terdapat 72 ABH di LPKA, dan tiga diantaranya masih berstatus tahanan.

Pernyataan itu diungkapkan Kasi Pembinaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bengkulu, Afzel Fismam, didampingi Koordinator Program Inklusi PKBI Provinsi Bengkulu, Sakti Oktafiani dalam keterangan persnya pada Rabu, (10/8/2022).

Afzel menjelaskan, adapun hak-hak yang dimaksud meliputi pembinaan, pendidikan, pengentasan, pengasuhan, layanan kesehatan, serta pemenuhan sandang dan pangan.

Sedangkan pembinaan kepribadian mulai dari kegiatan belajar agama, kepramukaan, kebugaran jasmani, rekreasi, permainan kelompok, menonton film edukasi dan lainnya.

Termasuk untuk pendidikan, pihaknya juga menjamin para ABH tetap dapat melanjutkan jenjang pendidikannya, baik melalui penyelenggaraan lembaga formal atau non formal. Begitu juga dengan kesehatan, pihaknya bekerjasama dengan pihak terkait, termasuk BKKBN.

“Mulai Juli lalu, kita sudah kembali memberlakukan jam kunjungan bagi para orang tua yang ingin mengunjungi anaknya,” ujarnya.

Selain itu Afzel meminta, peran orang tua ini sebenarnya sangatlah penting bagi para ABH. Mengingat melalui kunjungan itu anak-anak merasa tetap diperhatikan, dan bisa menjadi modal mereka ketika nantinya bebas.

“Upaya terakhir yang dilakukan dalam rangkaian pemenuhan hak-hak anak ini, dengan mengembalikan anak kepada masyarakat melalui program Cuti Bersyarat. Lalu pembebasan bersyarat, dan asimilasi di rumah. Bahkan dalam pemenuhan hak ABH ini pihaknya bekerjasama dengan sejumlah pihak, seperti Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Provinsi Bengkulu,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Program Inklusi PKBI Provinsi Bengkulu, Sakti Oktafiani menambahkan, poin penting lainnya jangan sampai para ABH merasa disisihkan, ketika sudah menjalani masa pidana. Apalagi pihaknya juga akan terus berkomitmen agar para ABH tetap hak-haknya dipenuhi, sehingga hal itu bisa menjadi modal mereka nantinya.

“Diharapkan anakdapat terus melanjutkan kehidupan dan tetap menggapai cita-cita sebagaimana anak lainnya,” tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar