Tiga Pengunjung Meregang Nyawa, Pemkot Evaluasi Ayu Ting Ting Karaoke

BENGKULU, KBRN: Pasca meninggalnya tiga orang pengunjung diduga akibat over dosis miras, Pemkot Bengkulu saat ini tengah mengevaluasi keberadaan Ayu Ting Ting Karaoke (ATT) yang beralamat di Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Samban.

"Saat ini sedang dilakukan evaluasi terhadap Ayu Ting Ting Karaoke. Mengapa sampai ada tiga orang pengunjung yang meninggal. Apakah mereka mengkonsumsi miras oplosan atau sejenisnya. Mengapa bisa masuk barang dari luar? Ini kan diduga ada kelalaian," ujar Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi.

Hasil evaluasi itu sendiri nantinya akan menjadi dasar bagi Pemkot untuk mengambil kebijakan atau keputusan. "Dan tentu penyidik hukum juga akan melakukan penyelidikan. Kalau memang ada pelanggaran hukum tentu akan diproses. Kalau tidak ada, maka InsyaAllah juga akan segera dibuka," ujar Dedy.

Tangkap Penjual Miras

Sementara itu, Polres Bengkulu yang menangani perkara tewasnya tiga pengunjung di ATT telah menangkan seorang yang diduga sebagai penjual miras yang diduga menjadi penyebab meninggalnya pengunjung.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Welliwanto Malau didampingi Kanit Tipidter IPDA Albeth Salomo Sinulaki S. Tr.K dan Kanit Pidum IPDA Rido Fajri SH mengatakan, penangkapan terduga penjual miras berinisial AM (27) itu merupakan hasil pengembangan perkara.

"Setelah mengindentifikasi tiga korban meninggal dunia di rumah sakit yang diduga overdosis miras, kami mendapatkan informasi tentang pelaku penjual miras oplosan tersebut," ujar AKP Malau.

AM yang merupakan warga Kelurahan Penurunan itu diamankan petugas gabungan Polres Bengkulu dan Polres Rejang Lebong saat berada di wilayah Rejang Lebong, yakni di Desa Batu Dewa, Kec. Curup Utara.

"Kemudian Team Opsnal Macan Gading langsung membawa pelaku beserta barang bukti ke Polres Bengkulu Untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku," ujar AKP Malau.

Adapun barang bukti yang diamankan bersama pelaku di antaranya adalah 

satu unit mobil Daihatsu Ayla BD 1859 CJ (mobil yang digunakan saat mengantar minuman keras); satu unit HP Oppo A16; dan uang Rp.198 ribu (Uang sisa hasil dari jual minuman oplosan).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar