Dugaan Pagar Makan Tanaman di Lembaga Wakil Rakyat Bergulir ke Parpol

Suharto

KBRN, Bengkulu : Seperti lagu atau pepatah “pagar makan tanaman,” ungkapan itu yang dirasakan sekaligus dialami salah satu anggota DPRD Provinsi Bengkulu berinisial “GY” terhadap rekan kerjanya, “HS”.

Dimana HS diduga “ibarat pagar makan tanaman,” dengan perempuan yang saat itu masih sebagai istrinya.

Dugaan “ibarat pagar makan tanaman,” yang melibatkan dua politisi di DPRD Provinsi Bengkulu ini, bakal bergulir ke partai politik (parpol), setelah GU sendiri menyerahkan Barang Bukti (BB) dugaan tersebut, kepada kepengurusan Parpol yang mengusung HS saat pencalonan sebagai anggota DPRD Provinsi Bengkulu pada Pemilu 2019 lalu.

"Saya sudah menyerahkan satu buah flasdisk yang didalamnya berisikan Barang Bukti (BB) berupa video, foto, screenshoot percakapan aplikasi Whatsapp dan voice note. Saya berharap setelah membuka BB itu nantinya, pengurus Parpol yang mencalonkan HS mengetahui bagaimana naluri seorang laki-laki. Terlebih naluri setelah dikhianati mantan istrinya sendiri, bersama seorang rekannya sesama anggota DPRD Provinsi Bengkulu," ungkap GU pada Senin (4/7/2022).

Dikatakan GU, dengan kedatangannya menemui pimpinan parpolnya di tingkat daerah, dengan harapan kedepannya ada tindaklanjut.

Selain itu GU mengaku tetap menunggu proses dugaan tersebut yang telah dilaporkannya kepada aparat kepolisian dan juga Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Bengkulu.

"Mudah-mudahan BK kembali terpanggil untuk menindaklanjuti permasalahan ini dengan serius. Mengingat saya saja sebagai anggota DPRD justru tak dianggap, apalagi kalau masyarakat," katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Bengkulu, H. Suharto, SE, MBA mengaku bakal segera mengambil langkah untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut.

"Setelah menerima BB ini, kita verifikasi terlebih dahulu yang tentunya bersama dengan pengurus lainnya. Kemudian barulah disampaikan ke DPP, karena semua keputusan ada di DPP," jelasnya.

Dibagian lain, Ketua BK DPRD Provinsi Bengkulu, H. Zainal, mengemukakan, terkait permasalahan yang melibatkan dua anggota DPRD Provinsi Bengkulu semuanya masih berproses.

"Dalam masalah inipun sesuai dengan kewenangan BK, dan tentunya berkaca pada proses yang dilakukan hanya mengeluarkan rekomendasi melanggar kode etik atau tidak," ujarnya.

Sementara hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari HS terkait BB yang diserahkan GU ke pimpinan parpolnya di Bengkulu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar