Dieksekusi Jaksa, Terpidana Korupsi Siapkan PK

BENGKULU, KBRN: Kejaksaan Tinggi Bengkulu akhirnya mengeksekusi tiga terpidana korupsi proyek Pengendali Banjir Sungai Bengkulu tahun anggaran 2019 yang telah divonis bersalah oleh Mahkamah Agung RI. 

Ketiga terpidana itu adalah Hafizon Nazardi, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Bengkulu atas perannya sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Hafizon dituntut selama 2 tahun 6 bulan dan denda Rp 300 juta dengan subsider 6 bulan kurungan. 

Terpidana lainnya adalah Ibnu Suud. Dia adalah direktur CV Utaka Esa selaku konsultan pengawas. Ibnu Suud dituntut selama 2 tahun 6 bulan dan denda Rp 300 juta dengan subsider 6 bulan kurungan. 

Sedangkan Isnaini selaku direktur CV Merbin, dituntut selama 4 tahun denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan. Ia juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 1 miliar lebih dengan subsider 1 tahun 8 bulan penjara. 

Sebelumnya, ketiga terpidana ini divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Bengkulu. Putusan itu lalu ditolak JPU Kejati dengan melakukan kasasi dan dikabulkan oleh MA.

Siapkan PK

Terpidana korupsi proyek pengendali banjir Bengkulu, Isnaini Martuti melalui kuasa hukumnya Nediyanto SH menyatakan bakal mengajukan peninjauan kembali atau PK terkait keputusan Mahkamah Agung RI yang memutuskan dirinya bersalah dalam perkara tersebut bersama dua terpidana lainnya.

Rencana PK itu disampaikan Nediyanto kepada RRI terkait putusan MA dan langkah eksekusi yang dilakukan JPU terhadap kliennya, Selasa (24/5) siang. Nediyanto mengatakan, pihaknya masih menunggu salinan keputusan MA itu untuk dipelajari lebih lanjut.

Terhadap eksekusi, Nediyanto mengatakan kliennya adalah warga negara yang taa hukum sehingga bersikap sangat kooperatif dengan mendatangi Kejari Bengkulu.

“Klien kita patuh hukum dan kita mendatangi Kejari Bengkulu terkait eksekusi dan untuk uang pengganti nanti karena masih ada waktu dan masih kita diskusikan dengan klien,” kata Nediyanto. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar