Tiga Unsur Pimpinan DPRD Seluma Ditetapkan Tersangka

BENGKULU, KBRN: Kasus dugaan korupsi dalam penggunaan dana rutin dan BBM di Sekretariat DPRD Seluma tahun anggaran 2019 yang ditangani Polda Bengkulu menapaki babak baru. Hari ini, Jumat (28/1), penyidik resmi menetapkan tiga tersangka.

Ketiga tersangka itu adalah anggota DPRD Seluma. Ketiganya merupakan unsur pimpinan saat anggaran digunakan. Namun saat ini dua orang masih menjabat anggota dan unsur pimpinan, sementara seorang lagi sudah tidak aktif dan dia adalah mantan ketua DPRD Seluma.

Direktur Direskrimsus Polda Bengkulu Kombes Pol Aries Andhi kepada RRI mengatakan, ketiga tersangka itu masing-masing berinisial HT, UL dan OF. Mereka berperan sebagai unsur pimpinan saat anggaran itu digunakan.

Untuk diketahui, mantan ketua DPRD yang dimaksud adalah HT. Kala itu, HT duduk di DPRD Seluma dari Partai NasDem. Sementara UL adalah politisi Golkar. Dalam kasus ini ia adalah wakil ketua II. UL yang juga ketua umum salah satu perguruan karate di Bengkulu ini masih menjabat wakil ketua II DPRD Seluma hingga kini. Sementara OF saat itu menjabat wakil ketua I. Kini, politisi sekaligus ketua DPD Partai Gerindra Seluma ini hanya menjabat sebagai anggota.

Menurut Aries, kasus dugaan korupsi di DPRD Seluma ini merupakan hasil pengembangan dari perkara serupa sebelumnya yang telah menjerat tiga pejabat di Sekretariat DPRD Seluma. Mereka bahkan sudah divonis bersalah oleh pengadilan.

"Tindak pidana ini sudah bergulir dan sudah ada vonis. Hasil pengembangan, kita melakukan penyelidikan terhadap unsur pimpinan dan anggota DPRD Seluma. Hasilnya, tiga orang jadi tersangka, yakni HT, UL, OF. Dua masih aktif, seorang tak aktif dan bekas ketua DPRD Seluma," papar Aries.

Aries mengatakan para tersangka disidik berdasarkan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 2001 tentang Pemberatasan Tindak Pidana Korupsi. Ia menandaskan, hasil audit BPKP, kerugian negara dalam perkara ini lebih dari Rp 986 juta. 

Meski sudah resmi berstatus tersangka, polisi belum melakukan penahanan. Namun Aries memastikan ketiganya akan segera dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.

"Tidak dilakukan penahanan, namun akan segera dipanggil untuk menjalani pemeriksaan. Selama ini kooperatif. Peran mereka dalam perkara ini adalah unsur pimpinan, ada ketua dan wakil ketua," ujarnya.

Belum Tahu

Terkait penetapannya sebagai tersangka itu, salah seorang Anggota DPRD Seluma, yakni OF, yang dikonfirmasi RRI mengaku belum mengetahuinya karena belum ada pemberitahuan.

Lebih lanjut OF menyatakan akan kooperatif terkait rencana pemanggilan dan pemeriksaan yang akan dilakukan oleh penyidik. Sementara soal kerugian negara, OF mengatakan sudah dikembalikan atas nama Fery Lastoni dan Samsul.

Soal pengembalian kerugian negara juga pernah diakui UL. Usai menjalani pemeriksaan pada 14 Desember 2021 lalu, kepada wartawan UL mengaku ia mengembalikan kerugian sesuai jumlah yang ditentukan. Namun ia tak menyebut angka nominalnya. "Iya, sudah. Bantu staf. Sesuai jumlah itu," ujar UL. UL juga menegaskan sikapnya siap kooperatif dengan memenuhi panggilan penyidik jika diminta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar