FORKI Bengkulu Pecat Pengurus dan Pelatih Karate Terjerat Kasus Asusila

BENGKULU, KBRN: Perbuatan asusila terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Kota Bengkulu. Korban diketahui adalah dua murid atau atlet karate. Sementara terduga pelaku adalah pelatihnya sendiri berinisial Fe (50).

Peristiwa asusila itu kini ditangani Polres Bengkulu. Terduga pelaku sudah diamankan polisi dari kediamannya di Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah. Ia dilaporkan orang tua korban.

Penangkapan pelaku dilakukan pada Senin (22/1) malam sekitar pukul 22.00 WIB dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Welliwanto Malau S.I.K, M.H dan Kanit PPA IPDA Aarnita Nainggolan, SH.

Kepada wartawan, Kapolres Bengkulu melalui Kasat Reskrim AKP Welliwanto menjelaskan, peristiwa asusila yang dilaporkan terjadi di Gedung Sport Center Kel. Penuruan Kec. Ratu samban Kota. Bengkulu. 

Peristiwa berawal pada saat korban dan teman korban latihan karate di Gedung Spoot Center lalu pelaku melatih mereka berdua. 

"Dikarenakan cuman korban dan temannya saja yang ada pada waktu itu lalu pelaku melatih korban dan temannya. Waktu itu lah pelaku berbuat asusila kepada korban dan temannya juga," ungkap Welliwanto.

Setelah menerima laporan orang tua korban, polisi langsung bergerak. Laporan dari Unit PPA itu lalu diteruskan ke Unit Opsnal. Kemudian tim Opsnal langsung melakukan penyelidikan.

Setelah pelaku terindetifikasi kemudian team langsung melakukan pencarian keberadaan pelaku. Pada hari Senin, 24 Januari 2022 pukul 22.00 wib  team opsnal telah mendapati informasi keberadaan pelaku yg sedang berada di Pondok Kelapa.

"Dan team opsnal Polres Bengkulu yang saya pimpin melakukan penangkapan terhadap pelaku dan langsung membawa pelaku ke Polres Bengkulu," kata Welliwanto.

Berdasar hasil pemeriksaan, Welliwanto mengatakan pelaku merupakan pelatih salah satu perguruan karate di wilayah Bengkulu Tengah. Sejauh ini jumlah anak didik atau murid yang diduga menjadi korban pencabulan Fe sudah tiga orang.

"Ini sudah berulang-ulang. Ada satu korban yang kasusnya terjadi sejak 2018," kata Welliwanto. Ia menambahkan, dalam pemeriksaan perkara ini pihaknya juga sudah melibatkan psikiater untuk mendampingi. Hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku, kata Welliwanto, akan diketahui setelah 14 hari. 

Sudah Dipecat

Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Provinsi Bengkulu Muharamin mengatakan sudah mengetahui tindak asusila yang diduga dilakukan Fe. FORKI bahkan sudah memberhentikan Fe sebagai salah satu pengurus sekaligus pelatih di FORKI. Bahkan hasil rapat internal FORKI, kata Muharamin, juga memutuskan memecat FR dari perkaratean.

"Iya, kita sudah tahu dan yang bersangkutan sudah dipecat sebagai pengurus dan pelatih di FORKI. ini cukup memalukan," ujar Muharamin.

Dalam kepengurusan FORKI Bengkulu FR sendiri tercatat di bidang Pembinaan dan Prestasi. FR juga merupakan pelatih atlet karate Bengkulu penyumbang medali perunggu di ajang PON XX Papua lalu. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar