Pasca Launcing Zona Zero Handphone, 2 Pengedar Narkoba Jaringan Rutan Dibekuk BNN Kota

BENGKULU, KBRN: Tindak pidana penyalahgunaan Narkotika di wilayah Kota Bengkulu masih saja terus terjadi. Seperti yang berhasil diungkap Badan Narkotika Nasional atau BNN Kota Bengkulu yang menangkap dua pelaku pengedar Narkotika jenis shabu. Keduanya mengaku terhubung dengan narapidana di Rutan Bengkulu.

Kepala BNN Kota Bengkulu Alexander Soeki saat menggelar konferensi pers, Jumat (22/10) siang, mengatakan pelaku berinisial Re adalah pemilik barang bukti. Re juga menjadi orang yang mencari konsumen.

Alexander menambahkan, jika dilihat dari nilai uang, jumlah barang bukti yang sudah dimusnahkan yakni sebanyak 0,83 kg tidak seberapa. Namun dampaknya terhadap generasi muda dan sumber daya manusia ke depan lah yang paling besar.

Berdasar hasil pemeriksaan, lanjut Alex, dalam melakukan aksinya para pelaku dominan menggunakan alat komunikasi telepon genggam. Itu sebabnya petugas kerap menyita telepon genggam para pelaku.

Namun soal bagaimana warga binaan bisa menggunakan telepon genggam dan bisa mengendalikan jaringannya di luar, Alexander mengatakan pelaku yang mereka amankan tidak mengetahui sampai sejauh itu.

BNN sendiri, kata Alex, sudah berkoordinasi dengan Kemenkumham untuk menindak-lanjuti pengakuan para tersangka tersebut. "Setiap ada informasi yang berkaitan, kita selalu komunikasikan agar mereka juga melakukan pendalaman. Kalau ada indikasi, mereka juga akan menyampaikan ke BNN," kata Alex.

Alex menegaskan, BNN tidak mungkin bekerja sendiri dalam usaha memberantas kejahatan narkotika. Itu sebabnya, kata dia, BNN terus bekerja sama dan bersinergi dengan pihak-pihak yang terkait seperti polisi dan Kemenkumham.

Lebih lanjut Alex menyebutkan bahwa sepanjang tahun ini BNN Kota Bengkulu sudah dua kali menangkap pelaku kriminal narkotika yang mengaku berjejaring dengan warga binaan di Lapas atau Rutan.

"Kalau LKN (laporan kriminal narkotika) tahun ini ada tiga. Dua LKN yang ada kaitannya dengan warga binaan. Satu LKN sudah ditindak-lanjuti sampai ke persidangan," imbuh Alex.

Pengakuan Pelaku

Sementara itu saat ditanyai wartawan, salah satu pelaku mengaku mendapatkan barang bukti shabu itu dari temannya. Ia tampaknya masih tak mau buka mulut karena enggan menyebutkan siapa dan dimana teman yang dimaksud. "Pokoknya di Bengkulu ini lah," ujarnya.

Menurut pelaku, satu paket shabu itu dijual seharga Rp 200 ribu. Ia juga mengaku baru kali ini melakukan penyalah-gunaan narkotika.

Belum Dikonfirmasi

Kepala Rutan Malabero Bengkulu Tutut Prasetyo kepada RRI mengaku belum mendapat konfirmasi resmi dari BNN Kota Bengkulu terkait penangkapan pelaku kriminal narkotika yang mengaku jaringan warga binaan di rutan. Karena itu, ia belum bisa memberi klarifikasi lebih jauh. 

"Belum ada konfirmasi Pak Alex (Alexander, red)," ujarnya.

Komitmen Zero HP

Jika terbukti bahwa ada warga binaan di rutan yang mengendalikan pelaku kriminal narkotika di luar rutan lewat telepon genggamn atau handphone, ini tentu harus menjadi perhatian serius dan evaluasi Kemenkumham. 

Pasalnya, komitmen untuk membuat zona rutan bebas dari handphone atau benda lain yang dilarang sudah dideklarasikan. Rutan Bengkulu Kelas IIB Malabero sendiri menggelar deklarasi komitmen zero handphone bagi warga binaan dan juga petugas ini pada tanggal 29 September 2021.

Kegiatan tersebut dihadiri beberapa instansi terkait. Seperti Polres Bengkulu, Koramil dan Badan Narkotika Nasional Kota Bengkulu. 

Tutut Prasetyo juga telah menegaskan akan menindak tegas anak buahnya jika masih ada ditemukan hanphone di dalam rutan. Tindakan tegas itu seperti sanksi teguran, baik lisan maupun administrasi. Untuk warga binaan sendiri sanksi berupa tidak mendapatkan hak hukum lainnya.

Tutut menambahkan, pihaknya juga mengharapkan agar adanya sinergitas bersama terhadap instansi lainnya untuk mendukung zero handphone yang juga termasuk dalam program pemberantasan Halinar ini agar dapat menjaga keamanan dan ketertiban yang ada. “Harapan bersama, dengan adanya komitmen ini kondisi keamanan tetap terjaga.”

Foto: 1. Kepala BNN Kota Bengkulu Alexander saat memberi keterangan kepada wartawan

2. Dua pelaku kejahatan narkotika yang ditangkap BNN

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00