Data Diri Dicatut di Imigrasi, Bekas Supervisor Laporkan Perusahaan ke Polisi

BENGKULU, KBRN: Roy Orlando (44), mantan supervisor HRD PT Gans Energi Indonesia (GEI) Cabang Bengkulu, melaporkan PT Gans Energi Indonesia (GEI) ke Polda Bengkulu atas dugaan pemalsuan dokumen terkait pengurusan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) di Kantor Imigrasi Bengkulu bagi sejumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) di perusahaan itu.

Kuasa hukum Roy Orlando, Livia Oktarina SH kepada wartawan, Rabu (22/9), mengungkapkan, peristiwa itu diketahui oleh kliennya dari pihak Imigrasi yang menginformasikan bahwa Roy Orlando menjadi pihak atau orang PT GEI yang menjadi penjamin Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok.

Dikatakan Livia, kliennya tidak menjadi penjamin bagi TKA yang dimaksud. Apalagi kliennya sudah tidak lagi bekerja di perusahaan itu setelah mengundurkan diri. Livia menduga, tanda tangan kliennya sudah dipalsukan oleh pihak perusahaan.

“Kita melaporkan dugaan pemalsuan tanda tangan dan pemalsuan surat yang dialami klien kita. Ini pemalsuan dokumen KITAS, yang mana klien kita sudah tidak bekerja lagi di perusahaan ini tetapi nama dan tanda tangannya tetap dipakai untuk dijadikan jaminan KITAS TKA,” kata Livia.

Dijelaskan Livia, kliennya tak lagi bekerja di PT GEI terhitung sejak 14 Desember 2020, setelah mengajukan pengunduran diri. Sementara pada Januari 2021 nama kliennya masih dijadikan penjamin Kitas TKA asal Tiongkok sebanyak 9 orang.

Karena itu, kata Livia, pihak yang dilaporkan oleh kliennya adalah pihak perusahaan. Sebab kop surat yang dipakai dalam dokumen itu adalah kop perusahaan atau PT Gans Energi Indonesia. "Kita belum tahu dalangnya yang memalsukan ini siapa,” jelasnya.

Livia menambahkan dengan adanya dugaan pemalsuan ini bisa berdampak buruk bagi korban. Pasalnya, jika nanti suatu saat terjadi pelanggaran oleh orang asing tersebut maka tentu mempengaruhi nama korban yang dijadikan sebagai pihak penjamin.

Kepada RRI, Roy Orlando mengatakan informasi bahwa dirinya dijadikan penjamin bagi TKA itu disampaikan pihak dari Imigrasi Bengkulu pada tanggal 8 Januari 2021. Namun karena sedang fokus mengurus orang tua yang sedang sakit, ia tak bisa segera menindak-lanjuti informasi tersebut.

"Baru pada tanggal 3 Agustus 2021 saya membuat laporan resmi ke Polda Bengkulu. Dari dokumen yang saya lihat, jelas bahwa tanda tangan saya dipalsukan," ujar Roy.

Roy menjelaskan, namanya bisa dicatut karena sebelum mengundurkan diri dan keluar dari PT Gans Energi Indonesia, ia menjabat sebagai supervisor HRD. Meski begitu, ia sendiri tidak mengenal apalagi hafal nama-nama TKA yang bekerja di perusahaan tersebut. Roy bilang jumlah TKA-nya mencapai ratusan orang.

Setelah menyampaikan laporan dugaan pemalsuan tersebut, Roy mengaku sudah pernah dipanggil dan memberikan keterangan sebagai saksi pelapor kepada penyidik Direskrimum Polda Bengkulu sepekan yang lalu. 

"Saya berharap kasus ini bisa segera dituntaskan," kata Roy.

Kepala Kantor Imigrasi Bengkulu Samsul Rizal melalui Humas Imigrasi Temmi menguraikan, surat permohonan KITAS diajukan PT GEI sekitar tanggal 9 Januari 2021. Namun sebelum KITAS diterbitkan, seorang petugas di Imigrasi sempat mengkonfirmasi kepada Roy Orlando. Sebab pegawai tersebut tahu Roy sudah tak lagi bekerja di PT GEI, namun namanya masih sebagai pihak PT GEI yang menandatangai surat permohonan tersebut.

Setelah Roy mengakui dirinya memang sudah keluar atau resign sejak Desember 2020, pihak Imigrasi lalu mengkonfirmasi PT GEI jika surat permohonan yang mereka ajukan adalah keliru. PT GEI lalu menggantinya dengan permohonan baru. "Surat yang baru itu diteken oleh orang memang sebagai HRD," kata Temmi.

Temmi menambahkan, setelah peristiwa itu, pihaknya lalu memeriksa dokumen permohonan KITAS yang sudah terbit untuk memastikan jangan-jangan sudah ada berkas yang masuk ke Imigrasi diteken atas nama Roy Orlando. "Ternyata ada, yakni permohonan tanggal 4 Januari. Ini juga kita sampaikan ke PT Gans agar diperbaiki dengan data yang benar," kata Temmi.

Temmi menyatakan, secara legal formal, TKA yang terkait dalam persoalan yang dilaporkan ini masih sah atau tidak melanggar ketentuan yang ada. "Yang menjamin itu bukan Roy, tapi PT Gans-nya. Soal laporan Roy itu adalah urusan internal antara Roy dan PT Gans," demikian Temmi.

Keterangan Foto:

Sejumlah karyawan di PT Gans Energi Indonesia saat memenuhi panggilan penyidik Polda Bengkulu

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00