Owner Investasi Bodong Tersangka, Pemeriksaan Didampingi PK Bapas

BENGKULU, KBRN: Penyidik Subdit Fiscal Moneter dan Devisa (Fismondev) Direktorat Reskrimsus Polda Bengkulu akhirnya menetapkan DS alias DW, owner investasi dengan modus arisan online menjadi tersangka pada Jumat (30/7).

Penetapan tersangka itu dikatakan Direktur Reskrimsus Polda Bengkulu Kombes Pol Dolifar Manurung, S.H., M.H, saat dikonfirmasi RRI di Mapolda Bengkulu, Senin (2/8), di sela-sela pemeriksaan perdana terhadap DS alias DW sebagai tersangka.

Dolifar menjelaskan, mengingat status tersangka yang masih dibawah umur dan berstatus pelajar maka pihaknya belum menentukan apakah bakal ditahan atau tidak.

"Kita melihat dari pada saat peristiwa itu terjadi. Jadi yang bersangkutan masih dibawah umur. Karena itu dalam proses pemeriksaannya itu ada pendampingan dari Bapas," tambah Dolifar.

Dolifar mengatakan, dari hasil pemeriksaan nantinya akan dilihat bagaimana keterliatannya dan sejauh mana peran tersangka. Nanti akan kita analisis," kata Dolifar.

Ditandaskan Dolifar, pihaknya baru menetapkan DS alias DW sebagai tersangka. Meski begitu, ia pastikan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain dalam perkara ini. Hal itu, kata dia, tergantung dari hasil pemeriksaan. 

Seperti diberitakan RRI, berdasarkan penyelidikan Dit Reskrimsus Polda Bengkulu, total pengikut arisan yang terdata mencapai 129 orang. Mereka bukan saja warga di Kabupaten Bengkulu Utara tapi juga warga yang tinggal di kabupaten lain. 

Jika ditotalkan, dana yang sudah terkumpul dari ratusan orang itu mencapai Rp 2,3 miliar. Jumlah tersebut berdasarkan tenggang waktu Januari 2020 hingga Februari 2021. Setelah bulan Februari arisan bermasalah, tidak ada kejelasan peserta akan menerima pengembalian uang atau tidak. 

Dolifar mengatakan DS merupakan owner investasi bodong berkedok arisan tersebut. DS diduga satu-satunya owner yang menjalankan arisan di Kabupaten Bengkulu Utara hingga sanggup merekrut banyak peserta. 

Masyarakat banyak yang tertarik karena tergiur untung yang berlipat jika mengikuti arisan tersebut. Misalnya jika ikut arisan Rp 1 juta, sekitar 20 hari kemudian uang menjadi Rp 1,5 juta. Semakin besar uang yang diberikan akan semakin besar keuntungan didapatkan. Padahal jika masyarakat jeli, investasi yang ditawarkan tersebut nyaris sama dengan modus penipuan investasi berkedok arisan lainnya. 

"Besaran dananya tergantung kemampuan peserta arisan. Yang pasti akan kita usut tuntas kasus ini, mengingat banyaknya korban dan besarnya kerugian yang diderita," pungkas Kombes Pol Dolifar.

Dua dari ratusan korban investasi bodong ini adallah Sultan dan Meyriza-- warga Kota Bengkulu yang melaporkan kasusnya pada Maret 2021 lalu. Sultan mengaku sudah setor uang Rp 46 juta sekitar awal 2020 lalu. Ketika itu DS mengatakan akan memberikan bunga yang nilainya Rp 10 juta. 

Tentu saja Sultan bertambah yakin setelah diceritakan oleh DS. Tetapi setelah sekian lama uang yang ia setorkan ke DS itu tidak kembali apalagi berlipat-lipat seperti dijanjikan.

(Foto: Kombes Pol Dolifar Manurung)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00