Berkas Perkara dan Tersangka Kasus Jual Organ Harimau Naik ke Jaksa

BENGKULU, KBRN: Kejaksaan Negeri Kota  Bengkulu, Selasa (27/7) menerima pelimpahan berkas  tahap dua berkas perkara dugaan penjualan gelap kulit dan organ harimau Sumatera dengan tersangka bernama Manjaya Bin Ali, warga Desa Kelindang Atas, Kabupaten Benteng.

Hal ini dijelaskan oleh Kasi Pidum Ricky Ramadhan kepada RRI. Ia mengatakan tersangka saat ini sudah menjadi tahanan Jaksa untuk 20 hari kedepan dan  dititip di Mapolda Bengkulu. 

Ia mengatakan, pelaku  dijerat dengan Pasal 21 ayat 2 huruf d juncto Pasal 40 ayat 2 Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya alam Hayati dan Ekosistemnya.

Dijelaskan, tersangka Manjaya diamankan oleh operasi gabungan Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Bengkulu, Ditjen Gakkum Kementerian LHK RI / Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu.

Berawal pada 19 Juni lalu, petugas gabungan itu mendapatkan informasi bahwa akan ada transaksi jual beli satwa yang dilindungi, yaitu berupa kulit dan tulang harimau Sumatera di TKP dan petugas gabungan kemudian melakukan penyelidikan. 

Kemudian terlihat 3 orang pelaku membawa 2 buah kardus yang diduga berisikan kulit dan tulang Harimau Sumatera yang sedang menunggu pembeli di pinggir jalan. Selanjutnya petugas mendekati ketiga pelaku untuk melakukan penangkapan, tetapi ketiga pelaku mengetahui kedatangan petugas dan berusaha melarikan diri. 

Petugas  berupaya mengejar. Seorang pelaku tertangkap, sementara seorang lainnya meloloskan diri dan masih dalam pengejaran.

Dalam keterangannya, tersangka mengaku akan menjual tangkapan yang dilindungi itu senilai 80 juta rupiah. Pelaku memperoleh kulit dan tulang tersebut dengan menjerat di kawasan hutan lindung (HL) daerah Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah. 

Harimau yang diburu tersebut diketahui merupakan harimau dewasa dengan umur diperkirakan 3-4 tahun berjenis kelamin jantan dengan panjang hampir 3 meter.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00