Anggota DPRD Mangkir Pemeriksaan Dugaan Perzinahan

BENGKULU, KBRN: Proses penyelidikan laporan kekerasan dalam rumah tangga dan dugaan perzinahan yang disampaikan Anggota DPRD Provinsi Bengkulu GY ke Polda Bengkulu sedikit tersendat. Pasalnya, HS, yang disebut-sebut sebagai pihak terkait dalam perkara ini belum bisa memenuhi panggilan polisi.

HS yang juga anggota DPRD Provinsi Bengkulu itu sedianya diperiksa hari ini, Rabu (23/6). Namun karena alasan masih ada urusan tugas atau kedinasan, HS minta jadwalnya diagendakan ulang.

"Jadi bukan mangkir. Yang bersangkutan sudah mengkonfirmasi sebelumnya. Katanya masih ada dinas luar kota. Dia minta di re-schedule. Jadi kita akan jadwalkan ulang," kata Direktur Direkrimum Polda Bengkulu Kombes Pol Teddy Suhendyawan, di Mapolda Bengkulu.

Teddy menambahkan, panggilan yang tak dipenuhi HS hari ini adalah yang kedua setelah pada panggilan pertama lalu, HS juga minta dijadwalkan ulang dengan alasan serupa.

Sebelumnya, Polda Bengkulu telah memeriksa sejumlah saksi yang diajukan pelapor dalam perkara dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perzinahan yang dilaporkan oleh GY, anggota DPRD Provinsi Bengkulu.

Teddy mengatakan, selain dokumen-dokumen, sejumlah alat bukti juga sudah diserahkan oleh pelapor. Di antaranya adalah foto dan video yang menurut pelapor mendukung perkara yang dipersangkakan tersebut.

Seperti dilansir, GY, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, pada Selasa (25/5) mendatangi Mapolda Bengkulu membuat laporan polisi terkait dugaan kekerasan dalam rumah tangga dan perzinahan yang dialamatkan kepada EG, yang tak lain masih berstatus istri sahnya.

Kepada wartawan, GY menuturkan peristiwa yang dilaporkannya itu terjadi pada hari Rabu tanggal 31 Maret 2021 sekitar pukul 13.31 WIB. Bermula dari pesan yang masuk ke WhatsApp sang istri dari seseorang dengan nomor WA yang tidak dikenalnya. Isi pesan itu intinya soal perselingkuhan istrinya dengan HS.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00