Jejak Tengah Malam (JTM) Produksi Anak Bengkalis Mulai di Sukai Nitizen "You Tube"

Crew JTM Bengkalis

KBRN, Bengkalis : Perkembangan teknologi digital terutama di bidang teknologi informasi membuat banyak orang bisa mengakses segala bentuk informasi dan mempublikasikan segala aktifitas dari berbagai bidang kegiatan untuk dapat diketahui dan dilihat publik secara mudah. dimana hal tersebut telah membawa energi positif bagi kalangan anak muda "Golongan Milennial" di Pulau Bengkalis.

Menurut beberapa penelitian, para YouTuber telah menjadi sumber informasi dan hiburan penting bagi generasi milenial. YouTuber yang berpengaruh sering dideskripsikan sebagai mikroselebritas. karena YouTube secara luas dipahami sebagai platform video media sosial dari bawah ke atas, mikroselebritas tampaknya tidak terlibat dengan sistem komersial dan budaya selebritas yang sudah mapan, melainkan tampak memerintah sendiri dan independen. penampilan ini, pada gilirannya menyebabkan YouTubers dipandang lebih relatable dan otentik, yang juga dipupuk oleh koneksi langsung antara artis dan pemirsa menggunakan media YouTube.

Saat ditemui wartawan Crew JTM kamis, (6/8/2020) Sabri mengatakan," Kegiatan ini untuk menghindari pengaruh Globalisasi yang bisa merusak jiwa dan raga generasi bangsa seperti kami. maka kami menjadikan waktu kosong ketika lepas dari aktifitas pekerjaan dan belajar maka kami mempunyai keinginan untuk diwujudkan sebagai hiburan dengan melakukan penelusuran di setiap gedung dan tempat yang dianggap angker atau memiliki aura mistis yang diceritakan banyak orang," ucapnya

“Sementara ini Team JTM menyusuri lokasi yang ada di Pulau Bengkalis, karena untuk Pulau Bengkalis sendiri masih banyak lokasi yang bisa dijadikan tempat untuk pembuatan konten YouTube, dimana banyak kisah mistis di Pulau Bengkalis ini yang belum diungkap. dan tidak menutup kemungkinan kami akan mengunjungi daerah-daerah lainnya,” tukas Nomo Crew JTM.

Saat ditanya berapa jumlah Crew JTM, Sabri menjelaskan,” Crew JTM terdiri dari 10 orang yang meliputi Penanggung Jawab kegiatan, Cameramen, Aktor, Pemandu kegiatan, bagian perlengkapan, editor dan bagian produksi. Ini adalah bentuk kreatifitas dan menggali serta mengeksplorkan potensi diri dan wilayah untuk menjadi sebuah hiburan yang menarik.

“Kegiatan ini kita lakukan secara Real tanpa ada rekayasa untuk menghasilkan suatu karya nyata. dimana team kita akan melakukan meditasi dengan penunggu atau makhluk gaib yang menghuni lokasi tersebut. terkadang mereka menampakkan diri dan memunculkan kejadian yang aneh saat team sedang shooting, selain itu kami memberikan kesempatan kepada penonton atau masyarakat untuk mengikuti uji nyali ditempat yang di anggap angker atau mistis tersebut.

Bicara soal penghasilan yang didapatkan oleh youtuber diberbagai penjuru dunia seperti  yang ada di Tanah Air yakni Atta Halilintar, Raffi Ahmad dan Baim Wong tentunya itu sebuah impian bagi kami. Namun itu bukanlah yang utama, dan bukan sesuatu yang mudah bagi kami yang bukan dari kalangan artis.” jelasnya lagi.

Sementara dari pantauan kami dan pengakuannya, Jejak Tengah Malam (JTM) sudah memproduksi 6 buah video dalam waktu yang tergolong muda yakni belum mencapai 1 bulan. dimana video perdana JTM dipublikasikan pada tanggal 21 Juli 2020 dengan Judul "Misteri Makam Keramat Bengkalis".

Pada dasarnya inti dari kegiatan yang kami lakukan ini adalah bentuk dari ekspresi dan menghindari perilaku-perilaku buruk seperti minum-minuman keras, berjudi, seks bebas, penyalahgunaan narkoba dan tawuran antar genk dan balapan liar serta tindakan kriminal lainnya. untuk itu kami mohon support dan apresiasi dari semua pihak dengan selalu menonton video kami di Channel 'Jejak Tengah Malam,” tutup Icap sapaan akrabnya sambil tertawa. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00