FOKUS: #DIRUMAHAJA

Pantauan H+2 Lebaran Penyebrangan Roro Bengkalis

CCTV Pemantau Pelabuhan Roro

KBRN, Bengkalis : Arus kendaraan yang menggunakan jasa penyeberangan di kedua sisi pelabuhan, Air Putih dan Sei Selari, memasuki H+2 lebaran belum terjadi lonjakan yang cukup signfikan. Jumlah kendaraan yang menyeberang dari dua arah masih bisa dilayani oleh dua armada penyeberangan.

Pantuan di lapangan Senin (25/5/2020), sejak pagi hanya satu jalur penyeberangan yang terisi kendaraan roda empat. Sementara untuk roda dua, terlihat jumlah kendaraan roda dua memenuhi jalur-jalur antrian. Namun semua kendaraan ini masih bisa diangkut oleh armada roro untuk sekali penyeberangan sehingga tidak terlihat penumpukan. Kondisi seperti ini terus berlangsung hingga berita ini dinaikkan sekitar pukul 15.00 WIB.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis Djoko Edy Imhar melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penyeberangan Fauzi Ibrahim saat dihubungi terkait dengan kondisi arus penyeberangan mengatakan, kalau sampai saat ini masih tertib dan lancar. “Hingga hari kedua lebaran berjalan tertib dan lancar, tidak ada penumpukan kendaraan” ujarnya.

Berbeda saat hari pertama lebaran dimana kapal roro penyeberangan baru beroperasi pukul 11.30 WIB, memasuki hari kedua lebaran, Fauzi mengatakan kalau jadwal penyeberangan kembali normal seperti hari-hari biasa. Namun, untuk jumlah armada yang beropersai tetap dua unit.

Namun demikian, pria yang akrab disapa Oji ini mengatakan, jika terjadi penumpukan kendaraan ataupun antrean panjang, maka armada yang off (tidak beroperasi), akan dioperasikan.

Saat ini, sambung Oji lagi, arus penyeberangan masih didominasi oleh kendaraan roda dua. Mereka pada umumnya warga yang memanfaatkan suasana lebaran untuk saling berkunjung baik ke Sungai Pakning maupun ke Bengkalis.

Terhadap warga, baik pengguna kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat ini, Oji mengatakan pihaknya tetap menerapkan standar protokol penanganan Covid-19, yaitu mengukur suhu tubuh, menggunakan masker dan menjaga jarak khususnya kendaraan roda empat.

Melihat gambaran arus penyeberangan saat ini, Fauzi mengatakan terjadi penurunan arus kendaraan yang menyeberang dalam jumlah sangat signifikan. “Kami perkirakan penurunan terjadi antara 60% - 70%. Ini dapat kita lihat dengan armada yang beroperasi hanya dua unit, masih bisa melayani arus penyeberangan dengan tertiab dan lancar,” tutupnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00