'Mariandi' Sosok Pria Muda Kreatif dan Manfaatkan Medsos Untuk Belajar

KBRN, Bengkalis : Mariandi yang akrab di sapa Andi pria muda yang hanya tamatan Sekolah Dasar (SD) ternyata menunjukkan kemampuannya untuk berkreasi dalam dunia teknologi.

Bagi Andi jenjang Pendidikan bukan hambatan untuk membuktikan diri bisa berkreasi dan menciptakan hal baru. Bahkan tanpa memiliki latar belakang disiplin ilmu dari pendidikan tinggipun bisa untuk berkarya.

Mariandi alias andi adalah warga desa Air Putih kecamatan Bengkalis mampu merakit pesawat terbang tanpa awak digunakan untuk foto pemetaan.  

Bahkan dirinya sudah membuat pesawat terbang dengan remote kontrol sendiri sejak lima tahun lalu.  Saat disaksikan wartawan, andi memperlihatkan pesawat ciptaanya sendiri yang dibuatnya guna untuk foto pemetaan. 

Pesawat miliknya ini sudah dibuatnya sejak dua tahun lalu bahkan sudah terbang puluhan kilometer dilangit Pulau Bengkalis. Menurut dia,  dirinya membuat pesawat ini berawal dari hobi. 

Awalnya hanya melihat perakitan dan pembuatan pesawat tanpa awak melalui video di media sosial. "Ketika itu mulai ada keinginan, belajar sendiri pelan pelan, beli mesin dan alatnya," ungkap Andi. 

Pertama kali membuat pesawat terbang remote secara manual berhasil dikerjakanya pada lima tahun lalu.  Dengan kemampuan seadanya dirinya berhasil menciptakan pesawat sendiri.  

"Kemudian belajar terus, sampai saat ini alhamdulillah sudah ada sembilan pesawat yang sudah saya buat," terang pria beranak satu ini. 

Pria yang memiliki motto "dimana ada niat pasti bisa" mengatakan,  ketertarikannya dengan pesawat terbang tanpa awak berawal saat dia berada di Malaysia,  saat itu bekerja di Batu Pahat.  Menurut dia kondisi malaysia sangat maju, dia melihat banyak masyarakat mengunakan teknologi untuk kehidupan sehari hari. 

"Saya sempat lihat ada yang menggunakan pesawat tanpa awak untuk menyirami kebunnya.  Dari sanalah timbul niat ingin menguasai teknologi seperti itu," jelasnya. 

Setelah pulang ke Bengkalis, andi kemudian belajar secara outodidak dengan melihat video video pesawat tanpa awak.  Kemudian dengan pelan pelan mulai mempraktekkan dengan merakit pesawat tersebut. 

"Bahannya seperti mesin dan alat lainnya kami beli dari luar negeri,  paling dekat dari Malaysia. Yang paling jauh biasanya langsung pesan dari cina. Sementara untuk body dan sayap pesawat dibuat dengan mengunakan styrofoam dan dilapis bahan lainnya dibuat sendiri, " pungkasnya.

Awal membuat pesawat tanpa awak ini Andi sempat mengalami ke gagalan saat uji coba. Namun pihaknya terus belajar dan tidak putus asa dan akhirnya berhasil buat satu pesawat sekitar lima tahun lalu. 

Setelah berhasil, Andi terus mengembangkan ilmunya untuk mengembangkan pesawat tanpa awaknya. Sekitar dua tahun terakhir inilah kami berhasil buat pesawat yang bisa dimanfaatkan untuk foto pemetaan.  

Menurut dia,  pesawat tanpa awak untuk foto pemetaan ini diciptakannya saat dipercaya untuk membuat melakukan pemetaan desa. Awalnya dirinya mendapat tawaran untuk memetakan desa dengan mengunakan pesawat lewat foto udara. 

"Tawaran inilah kami manfaatkan buat pesawat pemetaan,  dengan modal dari desa yang menawarkan pembuatan pemetaan ini," jelasnya. 

Dirinya belajar sendiri sampai paham dan mulai membuat pesawat pemetaan ini pada dua tahun lalu.  Dengan ukuran pesawat sekitar dua meter ini,  Andi melengkapi semua peralatan mesin dan kamera serta alat navigasi khusus.  

Bahkan untuk pesawat ini dirinya memesan khusus peralatannya dari cina. Terutama batrai yang memiliki kapasitas 16.000 MAH mampu menerbangkan pesawat lebih dari satu jam.

Pesawat ciptaan Andi ini,  jika diakumulasikan dirinya sudah menghabiskan uang hampir sekitar 100 juta.  Namun sangat bangga karena bisa bermanfaat.

"Sampai hari ini dirinya sudah memetakan tiga desa melalui udara dengan alat ini.  Diantaranya pemetaan Desa Sederak Kecamatan Bengkalis,  Desa Sebauk  dan Desa Sungai Alam.  Ini dalam waktu dekat kita juga akan lakukan pemetaan untuk desa Air Putih, " jelasnya. 

Selain untuk pemetaan, dirinya berharap pesawat ciptaannya bisa bermanfaat lain untuk kepentingan umum. Terutama untuk pemantauan udara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).  

"Kalau pihak terkait mau memanfaatkan untuk pemantauan Karhutla kita mau membantunya. Mudah mudahan pihak terkait mau," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00