Inovasi, Polbeng Kampus Politeknik Pertama di Indonesia Gunakan PLTS

KBRN, Bengkalis: Politeknik Negeri Bengkalis merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Politeknik di Indonesia dan pertama di Provinsi Riau yang menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Politeknik Bengkalis berperan aktif dalam rangka mensosialisasikan pengembangan tekhnologi yang ada, selain itu juga untuk mendukung program pemerintah menggunakan 30 persen energi terbarukan dan sebagai objek penelitian bagi kampus, serta solusi sumber energi daerah pelosok yang belum di aliri listrik.

Maka Politeknik Negeri Bengkalis bekerja sama dengan PT. Papa Solar dan SUN membangun PLTS di atap gedung Polbeng, tahap awal sudah dipasang 118 KW beat dan mulai difungsikan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Politeknik Negeri Bengkalis, Johny Custer melouncing penggunaan PLTS tersebut saat perayaan Dies Natalis Politeknik Negeri Bengkalis ke 20, pada Jumat 17 September 2021. 

“Politeknik sebagai kampus vocasi menjadi pelopor didalam penerapan teknologi ramah lingkungan khususnya dalam menyediakan energi terbarukan, kita juga berharap ini menjadi objek belajar dan objek penelitian bagi dosen dan mahasiswa. Harapan kita dalam menjalan sistim pembangkit listrik tenaga surya ini pihak penyedia juga melibatkan pihak mahasiswa dan alumni kita dalam pengoprasiannya nanti kedepan. Selain itu Polbeng sebagai pelopor dapat menjadi solusi sumber energi untuk daerah terpecil yang tidak terhubung secara nasional,”terangnya.

Dalam Kerja sama tersebut perawatan ataupun kerusakan semua perangkat ditanggung pihak investor.

Saat pengerjaan proyek PLTS di kampus Polbeng juga melibatkan tenaga mahasiswa sebanyak 6 orang, 2 diantaranya sudah diminta untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Sementara itu Denny dari pihak investor mengatakan proyek PLTS Politeknik Bengkalis pertama dan satu-satunya di Provinsi Riau. Di Indonesia penggunaan PLTS masih sangat kecil. Pemerintah menargetkan hingga tahun 2035 akan membangun PLTS 10,7 Giga watt. 

Ia menjelaskan pemasangan PLTS tahap awal di Politeknik ukuran 118 KW beat. Selanjutya 2 bulan kedepan kembali akan ditambah 200 Kilo Watt beat.

“Jadi nanti total sekitar 320 KW Baet, dari perhitungannya bisa mengambil alih sekitar 30 an persen dari beban yang sekarang dilakukan, jadi nanti kalau dilakukan penambahan bisa lebih besar lagi, untuk operasional PLTS ini sama dengan jam matahari, mulai pagi hingga sore”,jelasnya.

Dalam kerjasama tersebut pembangunan PLTS ditanggung oleh pihak pendana dan Papa Solar, selanjutnya Politeknik hanya membayar perbulan dengan biaya 5 persen dari tarif biasanya. Setelah 25 tahun akan menjadi hak milik Politeknik Bengkalis.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00