Lomba Sastra Usai, RSB Serahkan Hadiah

RBS serahkan hadiah bagi pemenang Lomba Puisi

KBRN, Bengkalis : Hujan fase pandemi Copid-19 pada Sabtu, (28/11/2020) malam turun dengan lembut, acara Lomba Baca Puisi pun berjalan dengan baik dan lancar.

Tampil peserta lomba para sastrawan dan calon sastrawan muda yang terdiri dari 3 finalis tingkat remaja dan 3 finalis tingkat mahasiswa di ruang penjara Warung Api, sekretariat Rumah Sastra Bengkalis (RSB) yang menaja acara ini.

Darma Firdaus "Ucok" Sitompul, Ketua RSB malam itu menyerahkan buku puisi "Menuju Rumah Tuhan" karyanya kepada 3 dewan juri, Musa Ismail yang Insya Allah tahun 2021 launching novel ke-13 berjudul Salah Langkah, M Nurahim Suprapto dan Jasman Bandul saat 6 peserta tadi mencabut undian puisi yang akan mereka bacakan. Seluruh peserta juga akhirnya di ujung acara menerima buku serupa.

Acara dipandu Ziaisyi Zilhaqia malam itu diawali pembacaan doa oleh Sadar Dewana. Kemudian, Ketua Panitia Masinta dalam sambutannya mengungkapkan untuk total peserta lomba baca puisi, cipta puisi, cerpen dan lomba dan lomba cipta puisi nasional diikuti 90 peserta, 2 peserta diantaranya berasal dari Palembang dan Bojonegoro.

Jasman Bandul mewakili dewan juri dalam sambutannya pula menyampaikan apresiasi kepada RSB menggelar acara yang luar biasa ini. "Tak banyak lembaga-lembaga yang mau melaksanakan kegiatan serupa ini. Kepada peserta lomba, tampillah semaksimal mungkin dan doakan kami majelis hakim dapat menilai dengan adil," kata Jasman Bandul.

Babak penyisihan diikuti 19 pelajar dan 8 mahasiswa.

"Di dalam membaca puisi itu ada pakem-pakem yang telah ditentukan di antaranya vokal, kekuatan artikulasi kemudian ekspresi dan penjiwaan. Dari semua peserta yang kami pantau videonya, ada yang masih lemah dari segi artikulasi. Penyebutan vokal itu harus lah lebih kental atau kuat sehingga dari jauh terdengar dengan bulat. Bagi peserta agar ini dijadikan evaluasi kedepannya, perbanyak latihan dan belajar," harap Jasman Bandul seraya memuji penampilan finalis dari segi pemahaman terhadap puisi yang baru mereka bacakan diterima sekitar 5 menit sebelum berlomba.

Juara pertama lomba baca puisi kategori pelajar diraih Nurfadla disusul Yelsi dan Syahrul Robi masing-masing di tempat kedua dan ketiga. Sementara, kategori mahasiswa, Subarkah berhasil di posisi pertama, disusul Herlina dan Suhendra yang diumumkan Jasman Bandul dengan harapan mudah-mudahan tahun berikutnya, RSB bisa menggelar even yang lebih besar, mungkin berskala internasional dan peserta saat ini berusaha lebih baik lagi masa mendatang.

Untuk lomba cipta puisi se-Kabupaten Bengkalis yang dinilai Syaukani Al Karim, Musrial Mustafa dan Darma Firdaus Sitompul tingkat mahasiswa, juara pertama puisi Bingung karangan Ade Candra Kharizal, puisi Tempias Covid-19 karangan Ade Herlina di posisi dua dan terbaik tiga dengan judul Indonesia Tersiram Konflik karangan Rausadah. Untuk cipta puisi kategori pelajar, juara pertama direbut oleh Farhan Wahyudi melalui puisi Rindu Yang Berkepanjangan

Hutan Ku Separuh Nafas ku oleh Alisha Fiona Putri

puisi Menggagas karya Jordi. 

Lomba menulis cerpen yang dinilai oleh Mhd Nasir, Marzuli Ridwan al-Bantani dan Sobirin Zaini memutuskan kategori pelajar, Kematian karya Suci Ramadhani berada di posisi pertama, disusul Dalam Masa Pencarian Seorang Teman karya Sinta Feby Utari dan juara ketiga diberikan kepada Kilan Jalankan melalui KarangannyaThe Real Expires. Lomba cerpen tingkat mahasiswa yang hanya diikuti 2 peserta, juara pertama diraih oleh Muhammad Rovan Gunananda dalam cerpen Berangkas Antik dan juara 3 Cinta Ditolak Corona Menjebak karya Fitri.

Lomba cipta puisi nasional

Aksara Khatulistiwa karya Saorahma Azri keluar sebagai juara pertama kemudian puisi Salah Kami juara kedua dan puisi Pahlawan Kemenangan karya Neofandi Yusrizal menempati posisi 3.

"Sebenarnya dah lama tahu lomba baca puisi ini. Persiapkan MTQ dulu baru ikut lomba baca puisi ini. Alhamdulillah, senang, bahagia, terharu kan ndak nyangka bisa juara satu," kata Subarkah juara pertama lomba baca puisi kategori mahasi

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00