Membangun Extra Ordinary Sinergisitas Untuk Penanganan Dan Pencegahan Covid-19 di Bengkalis

KBRN, Bengkalis: Upaya menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui penerapan protokol kesehatan perlu dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan semua stake holder.

Hal tersebut dikemukan Pj. Bupati Bengkalis H.Syahrial Abdi dalam wawancara khusus dengan RRI, Kamis (22/10/2020), tentang upaya pemerintah untuk penanganan dan pencegahan penyebaran covid-19 di daerah ini.

Dijelaskan Syahrial Abdi, berdasarkan hasil evaluasi dan suvervisi dalam beberapa pekan terakhir, kesadaran masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan belum meningkat secara signifikat.

"Saya minta target, kalau saya lihat sekarang 50 persen yang pakai masker, 50 persen tidak pakai masker. Oleh karena itu saya mengajak semua Satuan Kerja, Instansi Pemerintah maupun Vertikal dan Non Pemerintah untuk bersama-sama, kita keroyok ini tidak cukup hanya dengan himbauan saja. Kita harus turun termasuk Tim Penggerak PKK sudah aktif ke desa-desa membagikan masker, dan Tidak cukup dengan masker kita juga harus menerapkan peraturan"tegas Syarial.

Menurut Syahrial Abdi, pihaknya telah melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Kapolres beserta Dandim untuk penerapan Peraturan Bupati tentang penegakan disiplin dan protokol kesehatan.

"Peraturan Bupati tentang penegakan disiplin protokol kesehatan sudah ada. Nah ini sebenarnya yang harus disamakan, kita sudah konsolidasi dengan Kapolres dan Dandim. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan turun bersama Satgas. Dan juga kita baru tahu satgas kecamatan belum optimal, makanya kemarin sudah kita ulang kembali, untuk satgas kecamatan duduk kembali dan saya minta semuanya membentuk satuan tugas sampai ke desa desa. Upaya ini dulu secara sistimatik jadi muncul pemahaman dan kesadaran bersama, bukan hanya masyarakat tetapi juga di satgas” ujar Syahrial.

Menyikapi munculnya kasus terkonfirmasi covid-19 yang signifikat di sejumlah kecamatan, ditegaskan Syahrial Abdi, telah dilakukan koordinasi terpadu, terutama dengan 4 kepala puskesmas untuk penanganan kontak terkonfirmasi positif dengan menerapkan isolasi terpadu dan mandiri. Pj.Bupati juga telah menugaskan Kadis Kesehatan untuk melakukan konsultasi dengan ahli epidimologi guna menemukan solusi pencegahan penyebaran covid-19.

“Ada 2 pilihan, isolasi terpadu dan mandiri, ada baiknya dan ada buruknya, kedua skenarion ini sedang kita jalankan. 2 hari yang lalu saya tugaskan kadis kesehatan untuk berkonsultasi dengan ahli epidimogi di Pekanbaru, Doktor Wildan, guna menemukan pola. Karna pola penyebaran ini menentukan tindakan yang harus kita lakukan, kalau salah tindakan, salah solusinya, tidak ada artinya, apakah nanti kita perlu PSBM khusus untuk kecamatan Mandau dan yang berdekatan. Kalau itu rekomendasi dan langkahnya berdasarkan pola penyebaran, kita harus lakukan, seperti itu yang sudah kita petakan” terang Syahrial.

Keputusan untuk penerapan dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) tersebut, akan dibahas dengan stake holder berkompoten dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan analisa berbasis epidimologi serta aspek sosial lainnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00