Ketua Kadin Jadi Nara Sumber Sosialisasi UU Cipta Kerja di PT.MAS

Ketua Kadin Masuri Sebagai Narasumber Sosialisasi di PT MAS Bengkalis

KBRN, Bengkalis : Pelaksanaan sosialisasi undang-undang cipta kerja atau Omnisbus Law di PT.Meskom Agro Sarimas (PT.MAS) pada Rabu,(21/10/2020) yang dihadiri Kapolda Riau, Pj.Bupati Bengkalis, dan Kapolres Bengkalis beserta jajaran menghadirkan nara sumber Ketua Kamar dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bengkalis.

Pj.Bupati Bengkalis Syahrial Abdi menyampaikan bahwa dalam kegiatan ini ada nara sumber yang dihadirkan yakni Ketua Kadin Bengkalis Masuri dan diharapkan kalau ada berita dan informasi yang simpang siur, inilah yang diperjelas.

"Kalau ada informasi yang kurang jelas terkait uu cipta kerja dapat di tanyakan langsung dengan pengusaha kita yakni Ketua Kadin semoga lebih jelas,"kata Pj.Bupati Syahrial Abdi.

Ketua Kadin Bengkalis Masuri dalam sosialisasi UU Omnibus Law dihadapan peserta sosialisasi yakni karyawan dan serikat pekerja PT.MAS menjelaskan tentang apa itu Omnibus Low dan bagaimana isi dari UU cipta kerja yang dimaksudkan.

"Omnibus Law divinisinya adalah puluhan undang-undang yang disatukan, sehingga bisa memperpendek birokrasi, kita contohkan seperti bos kita atau oner kita baru ulunya diolah namun membangun industri hilir sebelum adanya Omnibus Law urusan atau birokrasinya dan makan waktu lama, tapi dengan Omnibus Law birokrasinya di persingkat," kata Masuri.

Diharapkan dengan Omnibus Law ini akan mengurangi kos biaya sehingga pengusaha akan tumbuh dan bisa membuka peluang kerja.

Omnisbus Law dikatakan Masuri merupakan gabungan dari 79 undang-undang yang selama ini saling bertentangan satu dengan yang lainnya dan saling tidak terhubung satu dan lainnya di anggab menghambat, menghambat investasi,menghambat dunia usaha lokal untuk bangkit.

"79 undang-undang saling bertentangan satu dengan yang lainnya misalnya uu ini memperbolehkan dan undang-undang/ lainnya melarang nah ini lah yang harus satu yakni Omnisbus Law sehingga menerlukan waktu yang panjang,"kata Mas Bagong panggilan akrabnya Masuri.

Ditambahkan mas Bagong sebenarnya pembahasan UU ini sudah lama di bahas, disaat UU ini terbit banyak yang mengatakan terkesan mendadak dan ditengah pandemi, sebenarnya tidak,kita kan tak tahu  kapan corona ini berakhir,"kata Bagong.

Masuri berharap kepada semua pekerja dan karyawan tetap memahami Omnibus Law agar tahu undang-undang mana untuk karyawan dan mana untuk perusahaan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00