Ratusan Petani Sawit Tuntut Baknya Kepada Koperasi Meskom Sejati,Petani : 11 Bulan Tanpa Terima Hasil

Ratusan warga petani sawit tintut hak kepada Koperasi Meskom Sejati

KBRN, Bengkalis : Ratusan Petani yang tergabung dalam Forum Kelompok Tani Sawit Pulau Terubuk (FKTSPT), dengan membawa spanduk berbondong-bondong meminta kepada para pekerja PT. Meskom Agro Sarimas (MAS) agar menghentikan segala aktifitasnya, Sabtu (27/11/2021) pukul 11.00 WIB.

Upaya penghentian para pekerja PT. MAS ini, karena kebun sudah diambil alih pemiliknya, setelah kecewa soal bagi hasil yang tidak jelas ketika menjadi anggota Koperasi Meskom Sejati (KMS). Meraka datang ke Kantor Plasma III di blok 12 - 29 di kawasan PT. MAS.

Aksi ratusan para petani sawit di depan kantor Kantor Plasma III dengan meneriaki, bahwa mereka datang atas kesadaran sendiri-sendiri. "kami tidak ada koordinator, sponsor atau provokator, "kata mereka hampir bersamaan.

Salah satu peserta aksi, Izan dari petani sawit Bantan Tua mengatakan, bahwa mereka datang dengan membawa segudang kekecewaan terhadap Koperasi Meskom Sejati dan PT. Meskom Agro Sarimas (MAS). Bahkan soal kecurangan mereka tentang bagi hasil sudah dilaporkan ke Polda.

"Atas kekecewaan ini, maka hari ini kami ambil alih lahan kami. karena sudah sebelas bulan kami tak dapat uang bagi hasil. Sedangkan kami lihat sendiri, kebun ini hasilnya banyak dan terus saja dipanen, tapi kami hanya diberi janji-janji manis saja, "ungkap Izan. 

Sementara itu, perwakilan petani sawit dari desa Teluk Latak, Alif Hartanto, dari desa Jangkang Toiman, dari Wonosari Ruslan, desa Pedekik Aris, mengatakan bahwa pihaknya sudah melayangkan surat dan mediasi, mulai dari minta penjelasan dan minta dokumen yang menjadi haknya, Tapi satupun tidak pernah diberikan oleh koperasi maupun PT. MAS. 

"Dengarkan, kami ini pemilik lahan, mitra perusahaan, bukan buruh, bukan mengemis. Kami ini minta hak-hak kami. Koperasi yang seharusnya mengurus dan membela kami, malah mengabaikan dan ikut menyesatkan kami, "teriak Alif didampingi sejumlah perwakilan.

Dijelaskan, dengan aksi tersebut, maka bisa terlepas dari hutang-hutang pihak Koperasi yang dibebankan ke anggota yang tanpa persetujuan anggota. Dan  setelah surat pengudurkan diri sebagai keanggotaan Koperasi dimasukan hari Jum'at (26/11/2021) kemarin, maka kebun mulai kelola sendiri, tanpa ada lagi sangkut paut pihak PT. MAS maupun koperasi. 

Dari pantauan di lapangan, tidak ada satupun perwakilan pihak Koperasi maupun PT. MAS yang menyambut para petani yang semula memang jadi mitranya untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah, kecuali sejumlah pekerja PT. MAS di lapangan. 

Aksi ini membubarkan diri sekitar pukul 15.00 WIB, Sembari pulang para petani pemilik lahan menahan buah sawit 6 ponton tandan buah segar, ditumpuk lokasi di perbatasan tanah plasma dengan lahan masyarakat non plasma.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar