Kemenkumham Serius Sikapi Gangguan Keamanan Dalam Lapas,Kanwil Kemenkumham Riau Gelar FGD

Kemenkumham Riau Gelar FGD di Pekanbaru

KBRN, Bengkalis : Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) Riau undang seluruh  Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan beserta Ka. KPLP dan Ka. KPR di Ruang Serbaguna Ismail Saleh Kantor Wilayah Kemenkumham Riau,Kamis, (22/7/2021)  untuk mengikuti kegiatan Fokus Grup Discussion (FGD) dengan bertajuk "Tindakan Pengamanan terhadap Gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas/Rutan se Riau" hal ini dilakukan sesuai dengan arahan Direktur Jendral Pemasyarakatan yang dilaksanakan dalam rapat secara Online bersama jajarannya pada Rabu, 21 Juli 2021.

Dikatakan Kepala Lapas Bengkalis bahwa kegiatan tersebut langsung dipimpin oleh Kadiv Pemasyarakatan Kemenkumham Riau M.Hilal.

Sebelum memulai FGD semua peserta diwajibkan mengikuti apel pagi yang dimulai dari pukul 7:30 WIB untuk dilakukan pemeriksaan pasukan.

"Kita mulai acara Kamis 22 Juli 2021 bertempat di Kanwil Kemenkumham Riau, diawali dengan apel pagi periksa barisan Ka.UPT dan KPLP se-Riau, dimulai dari pukul 07.30 WIB sampai pukul 17.00 WIB,"kata Edi Mulyono,Sabtu, (24/7/2021).

FGD diawali oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Riau, M. Hilal yang memimpin apel pagi bersama dalam rangka penegakan disiplin serta melakukan pemeriksaan pasukan yang terdiri dari Kepala Unit Pelaksana Teknis, Ka. KPLP dan Ka. KPR.

"Kegiatan Focus Group Discussion Bidang Keamanan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Riau, Pujo Harinto. Dalam sambutannya, Kakanwil menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini bertujuan untuk menciptakan rasa keamanan dan ketertiban yang kondusif, dimana apabila dalam suatu organisasi tidak tercipta rasa aman atau terjadi gangguan keamanan, maka akan berpengaruh pada seluruh Aspek," kata Edi mengutip pernyataan yang disampaikan Kakanwil kemenkumham Riau Pujo Harinto.

Lebih lanjut dikatakan Pujo harinto pembinaan tidak akan terlaksana dengan efektif. Begitu juga dengan perawatan dan pelayanan terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP) lainnya bilamana ada gangguan keamanan dan ketertiban.

Sementara itu Kepala Divisi Pemasyarakatan, M. Hilal juga menegaskan bahwa Kepala Unit Pelaksana Teknis dan Ka. KPLP serta Ka. KPR harus lebih tegas lagi dalam menyikapi gejala gangguan keamanan dan ketertiban, serta cepat tanggap dalam menangani masalah gangguan keamanan ketertiban yang muncul sebagai upaya Deteksi Dini.

“Lebih baik memperbaiki sarana keamanan sebelum terjadi gangguan keamanan dan ketertiban, bukan menunggu kejadian, setelah itu baru bisa memperbaiki,” ujar Maulidi Hilal.

Pada kesempatan yang sama Kepala Divisi Pemasyarakatan juga menyampaikan tentang masih adanya peredaran Handphone dan peredaran Narkoba di Lapas dan Rutan, dan hal ini menjadi perhatian serius oleh Kadivpas. Bahkan Kadivpas memerintahkan kepada para Ka. UPT dan Ka. KPLP/Ka. KPR untuk mengambil tindakan tegas bagi oknum petugas yang masih mencoba menyelundupkan Handphone. 

M. Hilal mengatakan, menyelundupkan Handphone sama dengan menyelundupkan Narkoba.

“Handphone adalah sumber masalah peredaran Narkoba didalam Lapas dan Rutan, untuk itu maksimalkan pemberdayaan dan tingkatkan Razia di blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan, berdayakan seluruh potensi yang ada baik internal maupun eksternal,” ujar M. Hilal. 

Kegiatan FGD dilakukan dengan metode diskusi kelompok terfokus tentang peredaran gelap narkoba dan handphone yang disinyalir dari oknum petugas. 

"Focus Group Discussion ini diharapkan secara langsung menuju sasaran dalam mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban yang terjadi di beberapa UPT Pemasyarakatan Riau dalam periode satu triwulan terakhir, sehingga dapat menciptakan situasi kondisi UPT Pemasyarakatan yang kondusif," ucap Hilal.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00