Pemkab Bengkalis Antisipasi Dampak Psikologis Terhadap Anak Akibat Dari Sistim Belajar Daring

KBRN, Bengkalis: Kegiatan proses belajar dan mengajar dengan sistim daring dan luring di tengah pandemi covid-19, dipastikan tidak se efektif dengan kondisi saat normal, sebelum terjadinya pandemi.

Pj.Bupati Bengkalis Syahrial Abdi usai menerima kunjungan pengurus Dewan Pendidikan, Kamis pagi (22/10/2020) menjelaskan kepada RRI, kondisi belajar ditengah pandemi covid-19 dapat berdampak pada faktor psikolgis pelajar, terutama hilangnya aktivitas anak untuk bertemu dengan lingkungan diluar rumah, serta tidak dapat berkumpul dan bermain dengan teman temannya, seperti pada kondisi normal.

“Dinas Pendidikan kita melalui masing-masing sekolah sudah punya skenario bagaimana anak-anak tetap belajar secara daring, tapi saya ungkap tadi, perlu juga diperhatikan ada dampak psikologis terhadap anak-anak. Situasi seperti ini, bagaimanapun ini situasinya bencana walaupun tidak sedahsyat bencana alam, tetapi apabila itu berpengaruh secara psikologis karena tidak bisa berkumpul dan bermain bersama teman-temannya, perlu diperhatikan dan ada solusi untuk penanganannya. Tadi sudah saya rekomendasikan dengan Ketua Dewan Pendidikan”Ungkap Syahrial Abdi.

Pelibatan Psikolog, menurut Syahrial Abdi, dapat melalui pembuatan konten-konten yang dapat mempengaruhi mainset dan psikologis anak ke arah yang lebih baik.

“Kalau psikolog berhadap satu satu dengan pelajar, ini juga tidak efektif, tetapi psikolog dapat mengemas konten-konten informasi dan himbauan yang dapat mempengaruhi perilaku anak kearah yang lebih baik.upaya khusus selama pandemi ini, saya sudah instruksi para camat untuk memantau kesulitan siswa saat belajar daring, terutama fasilitas internet. Jika tidak tersedia, ajak anak anak untuk belajar di kantor camat atu spot lainnya, dengan tetaap mengedepankan protokol kesehatan, itu sudah dilakukan oleh camat Rupat Utara”, jelas Syahrial Abdi. 

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Bengkalis Profesor Samsul Nizar membenarkan adanya dampak psikologis terhadap anak dengan proses belajar daring. Bahkan menurut Samsul Nizar, juga berdampak terhadap tenaga pengajar yang tidak dipersiapkan untuk mengajar seperti metode di tengah pandemi seperti ini.

“Proses pembelajaran hari ini yang tidak maksimal kemudian dampak yang selalu tidak pernah terpikirkan oleh kita adalah, dampak psikologis,bukan hanya untuk peserta didik tetapi juga  berdampak terhadap guru guru. Diminta untuk melaksanakan proses daring tetapi belum sampai mempertimbangkan ketersediaan fasilitas, kesiapan, kemudian materi ajar yang bersifat e-Learning, e-Library”pungkas Samsul Nizar.

Untuk itu, Profesor Samsul Nizar minta stake holder terkait, dapat menjadikan pandemi ini sebagai pembelajaran guna mempersiapkan tutorial pendidikan yang dapat dipergunakan dalam semua kondisi , salah satunya memperbanyak modul e-Learning dan e-Library, baik diperpustakaan daerah maunpun di perpusatkaan sekolah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00