Ponpes Darussalam Albantani, Mencetak Generasi Islami Dengan Berbagai Keterbatasan

KBRN, Bengkalis: Pondok Pesantren Darussalam Albantai Bengkalis  yang diresmikan sejak 2 Desember 2019 di desa Suka Maju, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, tetap menjalankan proses belajar tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. 

Pedidikan Kesataaraan Pondok Pesantren Salafiah (PKPPS) ini, dengan jenjang wustho atau SMP/ Tsanawiyah dan jenjang ‘Uliyah atau SMA/ SMK/ Aliyah. 

Pimpinan atau Khadimul Makhad Pondok Pesantren, Ustadz Amri kepada RRI, (7/6) menjelaskan, belajar tatap muka selama pandemi Covid 19 di pesantren, dilaksananakan secara maksimal dan semua kegiatan dipusatkan di dalam pondok pesantren, santri yang belajar di pondok pesantren berasal dari wilayah Bantan dan juga dari luar daerah.

“Walaupun disituasi covid, kita kemarin telah memasukkan santri pada bulan Agustus, dan setelah masuk santri di asrama di lokasi pondok kita protokol kesehatan kemudian mereka kan di isolasi dengan sendirinya dan tidak boleh keluar dan kalau seandainya orang dari luar juga entah keluarganya atau siapapun kita batasi dengan protokol kesehatan. Disamping jumlahnya juga baru segitu dan mayoritas dari wilayah lingkungan kita, maka dari itu kita belajarnya maksimal”jelasnya.

Dikatakannya , Ponpes Darussalam Albantani menerapkan pelajaran utama,  diantaranya Ilmu Alat untuk membaca kitab kuning,  yaitu nahwu sharaf.

Dengan memanfaatkan fasilitas yang sederhana, seluruh santri  pondok pesantren Darussalam Albantani tetap semangat melaksanakan kegiatan.

Kendati  demikian, timbul  kekhawatiran untuk mengantisipasi jumlah santri yang mendaftar jika melebihi target. 

“Nah inilah yang menjadi PR saya dan kawan kawan bagaimana untuk menyediakan fasilitas di tahun ke dua kalau seandainya nanti yang daftar animo masyarakat itu banyak. Kami khawatir kalau nanti melebihi kapasitas. Yang jelas kami pertama sekali asrama, terutama asrama putri. Kemarin waktu kita membuat pertama asrama putra memang agak lebih besr, kalau asrama putri lebih kecil sedikit. Kita khawatir kalau kurang. Kita tetap berusaha bagaimana pandemi ini kalau nanti ada rezeki kita mau buat fasilitas asrama,”ungkapnya.

Jumlah santri yang belajar di pondok pesantren Darussalam Albantani Bengkalis sebanyak 23 orang dengan tenaga pengajar 22 orang,

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00