Bengkalis Terima 1000 Vaksin Sinovac, Dinkes Siap Lakukan Vaksinasi

Kepala Bidang (Kabid) P2P Dinas Kesehatan Alwizar

KBRN, Bengkalis : Berdasarkan surat edaran Menkes Nomor  SR.02.06/II/80/2021 distribusi dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bengkalis ditetapkan pada bulan  Februari mendatang, namun ternyata saat ini sudah ada 1000 dosis vaksin Covid-19 yang tiba di Bengkalis. Vaksin tersebut diantar langsung  oleh Pemerintah Provinsi Riau hari ini, Kamis (14/1/2021) dengan mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan.

“Benar, tadi malam (malam Kamis,red) kita dapat informasi mendadak dari Provinsi masuk vaksin untuk Kabupaten Bengkalis  sebanyak 1000 pial. Artinya ini untuk 500 sasaran, karena kan 1 sasaran dua kali penyuntikan,”kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Alwizar.

Dikatakan, vaksin tersebut langsung dihantar oleh tim dari Provinsi yang berjumlah sekitar 20 orang termasusk didalamnya aparat keamanan. “Vaksin tiba di Bengkalis sekitar pukul 11.00 WIB, sesuai dengan jumlah yang diinformasikan yaitu sebanyak 1000 pial,” ujar Alwizar lagi.

Saat ditanya kapan pelaksanaan vaksinasi, Alwizar  mengatakan pihaknya menunggu arahan dari Provinsi. Memang  berdasarkan surat edaran tersebut, untuk Kabupaten Bengkalis pelaksanaan vaksinasi baru akan dilakukan pada bulan Februari mendatang. Namun, karena vaksin sudah tiba di Bengkalis maka bisa  saja vaksinasi dilakukan pada bulan Januari ini.

“Kalau dilaksanakan pada bulan Januari, maka vaksinasi baru bisa  kita lakukan pada tanggal 18 Januari mendatang, karena saat ini tim vaksinator kita sedang  mengikuti pelatihan,” kata Alwizar.

Terkait jumlah 500 sasaran yang akan divaksin, Alwizar mengatakan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan, maka dari 500 ini sebanyak 10 orang akan diperuntukkan bagi tokoh masyarakat. Sedangkan sisanya sebanyak 490 orang akan diperuntukkan bagi sumberdaya kesehatan. “Mengingat jumlahnya yang terbatas, maka untuk 490 sumberdaya kesehatan ini juga akan kita prioritaskan untuk mereka yang berada di daerah dengan kasus tinggi, karena mereka lebih beresiko,” kata Alwizar.

Dalam kesempatan tersebut, Alwizar menghimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu dengan kehalalan maupun keamanan  dari vaksin Covid-19. Vaksin yang akan digunakan yakni Sinovac dari Tiongkok, China sudah mengantongi sertifikat Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) dan memiliki sertifikat kehalalan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tidak hanya itu, vaksin ini juga sudah mendapatkan rekomendasi dari WHO.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00