Kadiskes Bengkalis : APD Tembus Air Tidak Masalah, Virus Corona Sifatnya Menempel

Kadiskes Bengkalis dr.Ersan Saputra,TH

KBRN, Bengkalis : Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan untuk menangani Covid-19 di Puskesmas Bengkalis dinilai sebagian orang tidak memenuhi standar kesehatan untuk tangani virus corona, pasalnya ketika di uji dengan menampung air, airnya tembus ke bagian bawah APD tersebut.

Sehingga ada sebagian orang berasumsi bahwa itu tidak memenuhi standar.Terkait dengan persoalan ini Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Bengkalis dr.Ersan Saputra, TH menjelaskan bahwa berdasarkan literatur dan keilmuan ternyata tidak ada  satupun jurnal medikal yang menyatakan bahwa virus corona bisa menembus tapi sifatnya menempel. 

"Ya berdasarkan literatur dan keilmuan tidak ada satupun jurnal medikal yang menyatakan bahwa virus corona bisa menembus tapi sifatnya hanya menempel dan masuk melalui hidung, mulut dan mata, makanya kita di suruh pakai masker dan mencuci tangan karena takut menempel ditangan kita dan memegang wajah jadi tertular,"kata Kadis Kesehatan Ersan Saputra,TH, Jum'at,(29/5/2020).

Dikatakan Ersan terkait baju asmad atau APD yang dikatakan tembus air tersebut bisa digunakan untuk pelayanan tingkat pertama, yang penting kata Ersan konsepnya adalah pakai masker, jaga jarak antara satu dan lainnya 1 meter lebih,selalu cuci tangan.

"Kita selalu ingatkan setiap petugas yang baru siap melayani pasien atau bertugas, pulang ke rumah jangan melakukan interaksi dulu dengan keluarga,tapi buka pakaian kerja langsung mandi baru berinteraksi,"kata Ersan yang juga Plt Direktur RSUD Bengkalis.

Dinkes dikatakannya sudah mengirimkan protap kesehatan ke seluruh puskesmas dalam menjalankan tugas, "karena kita tidak mau juga petugas kita tertular, karena sudah ada tenaga medis kita yang tertular, bukan dari tempat tugas tetapi tertularnya di luar,"katanya. 

Terkait dengan ada yang menyampaikan tidak standar  APD yang digunakan, Kadiskes  memberikan gambaran kalau masker yang digunakan juga tembus air tetapi kenapa WHO mengajurkan masyarakat dunia menggunakan masker kain.

"Padahal sama sama kita ketahui bahwa kain tembus air, tetapi WHO mengajurkan menggunakan masker kain, karena virus corona penularannya tidak seperti air, dia hanya menempel di kulit dan tidak bisa menembus kulit, sedangkan kulit kita saja tembus air,"kata Ersan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00