STIKes HTP Pekanbaru Gelar Wibinar Secara Virtual, Ini Topik Bahasannya

STIKes HTP Pekanbaru gelar Webinar secara virtual

KBRN, Bengkalis : Prinsip semangat untuk meningkatkan mutu pendidikan yang terbaik terus diupayakan setiap tahunnya oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru (STIKes HTP). Salah satunya menggelar webinar kampus dengan tema "Kepempinan dan Kemampuan Manajerial Tenaga Kesehatan Masyarakat".

Kegiatan dilaksanakan hari Jumat (8/10/2021) pukul 08.00-16.00 WIB,  di pusatkan di ruang pertemuan Kampus Besar STIKES HTP secara virtual atau online. Diikuti ratusan mahasiswa baik dari mahasiswa baru beserta mahasiswa program studi lainnya karena saat ini masih dalam kondisi Pandemi Covid-19.

Dalam kesempatan ini, Ketua Penyelenggara Webinar juga sebagai Ketua Program Studi (Prodi) Magister Ilmu Kesmas STIKes HTP, Jasrida Junita mengatakan, moto pendidikan yaitu berkualitas dan tepat waktu, artinya mahasiswa dalam mengikuti pendidikan diberikan, selain mata kuliah juga secara aktif mengembangkan potensi dirinya serta keterampilan dan pengetahuan yang terencana terarah dan terprogram.

"Diharapkan memiliki kemampuan manajerial dan skill yang berkualitas dan bisa menyelesaikan tepat waktu. termasuk kegiatan webinar seperti kita lakukan ini," katanya.

Webinar diselenggarakan bersamaan acara Perkenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Karena PKKMB merupakan wahana bagi pemimpin perguruan tinggi  untuk memperkenalkan diri dan mempersiapkan mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa  yang dewasa dan mandiri dan beradaptasi lingkungan baru serta memberikan bekal.

Kegiatan Webinar tersebut menghadirkan langsung dr. H. Zainal Abidin, MPH, BPH Yayasan HTP bersama H. Ahmad Hanafi, SM, M.Kes Ketua STIKes Hang Tuah Pekanbaru. Dr. Jasrida Yunita, SKM, M.KesYulanda. M.Kom. M Kamali Zaman, SKM. M.KL Jesica Devis. S.Kom. M.Kesdr. dan Adang Bachtiar, MD. MPH. DSc selaku nara sumber utama.

Webinar selalu mengupdate ilmu kesehatan masyarakat ini dengan narasumber dibidangnya dr. Adang Bachtiar, MD. MPH. DSc. dr (Universitas Indonesia), MPH (Harvard University – USA), DSc (Johns Hopkins University – USA), menyampaikan, SKM is a leader atau Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) itu adalah pemimpin, pemimpin yang bagaimana, pemimpinan yang memiliki 4 pilar yaitu Understanding (Memahami), Clarity (Kejelasan), Agility (Kelincahan) dan Visioning (Penglihatan).

Understanding ini bisa memahami (5W1H), kesehatan masyarakat itu masalah semua,  sehat itu hak sekaligus tanggung jawab masyarakat dibantu oleh semua, arti masalah kesehatan tidak akan mampu diselesaikan oleh kesehatan tapi dibantu instansi lain dan masyarakat.

Sebagai kasus desa siaga TB dan Covid, Kegiatan Desa Siaga TBC, arti apa sehat itu hak tetapi juga tanggung jawab, Pembangunan rumah layak huni TBC  unsur utama siapa yang mengerjakan, penyediaan rumah singgah untuk pendekatan pelayanan kesehatan bagi penderita TBC,  peduli lingkungan dan  sanitasi  penderita TB.

"Kader TBC tentunya organisasi masyarakat, , Pemimpin yang memahami masalah  akan dapat menyelesai kesehatan dengan baik,"  ungkap  Adang sebagai nara sumber.

Dilanjut lagi  pilar dua Clarity terkait kegiatan apa sudah jelas betul apa yang ingin dicapai sebagai target , termasuk jelas dari segi ukur keberhasilan suatu program yang dilaksanakan,

Pilar ketiga agility, bagaimana tentang kebersamaan yang miliki komitmen tinggi capai tujuan  dalam program  Terakhir pilar kepemimpinan,  Sarjana Kesehatan Masyarakat dalam kepemimpinan harus kolaboratif, tanpa faktor disebut tadi akan sia sia, tambahnya

Profesionalisme kesehatan masyarakat bila menggunakan sistem kesehatan yang baik memberikan layanan berkualitas kepada semua orang, kapan dan di mana mereka membutuhkannya. Konfigurasi layanan yang tepat bervariasi dari satu negara ke negara lain, 

Dalam semua kasus memerlukan mekanisme pembiayaan yang kuat, tenaga kerja yang terlatih dengan baik dan dibayar secara memadai, informasi yang dapat diandalkan yang menjadi dasar keputusan dan kebijakan, fasilitas dan logistik yang terpelihara dengan baik untuk memberikan obat-obatan dan teknologi berkualitas  ujarnya

Selanjut Sarjana Kesehatan Masyarakat itu memiliki akhlak baik untuk menuju perubahan juga disebut aktualisasi hati bersih,  dengan  berkeyakinan bahwa jiwa terbaik adalah jiwa mulia yang  mampu rasakan kebahagiaan saat membantu & interaksi dengan orang  lain dan hindari merasa terbaik (arogansi)

Kemudian disampaikan Nara sumbern.webinar  Diharapkan bisa diimplementasi oleh tenaga kesehatan masyarakat bila  menjadi pemimipin masa depan pemimpin yang berkolaboratif.

Salah seorang Mahasiswa Magister Kesmas STIKes asal Bengkalis, Edi Sudarto mengatakan, webinar ini dilaksanakan tersebut sangat bermanfaat dan menambah wawasan pengetahuan  dengan filosofi bagus sekali dapat membantu dalam menyelesaikan petmasalah permasalah kesehatan.

Sesi akhir materi webinar dari  nara sumber dikatakan ada  filosofi bermakna adalah  kepemimpinan dan kemampuan tenaga kesehatan masyarakat dengan ditulis  hashtag sangat keren  adalah iman, imun, aman

Edi Sudarto jika bisa berdiskusi lagi akaan memberikan saran  meambahkan   kata  terakhir amin,  berubah menjadi tulisan  hashtag  menjadi iman, imum  aman dan amin," kata Edi Sudarto mengakhiri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00