Ayo, Berkenalan Dengan 3 T

KBRN, Bengkalis : Covid-19 masih menjadi perhatian serius baik di dunia maupun di Indonesia. Sudah 15 bulan Indonesia mengalami pandemi dan jumlah kasus belum menunjukkan penurunan yang stabil, masih fluktuatif. Upaya pencegahan terus menerus dilakukan dengan mengedukasi 3 M, edukasi vaksinasi Covid-19 serta 3 T.

Apakah 3 T ?

3 T dikenal dengan Testing, Tracing dan Treatment, atau dalam Bahasa Indonesia disebut dengan Tes, Telusur dan Tindak lanjut.

3 T merupakan upaya untuk memutus rantai penularan Covid-19 dan penerapan 3 T masih perlu ditingkatkan pemahamannya di masyarakat karena masyarakat lebih mengenal 3 M.

T yang pertama : Testing (Tes)

Adalah pemeriksaan dini untuk dapat mengetahui kondisi seseorang sudah terjangkit Covid-19 atau tidak. Hal ini sangat penting agar tindakan lebih lanjut atau perawatan dapat diterima/dilakukan dengan cepat. Dengan testing, potensi penularan dapat diperkecil.

Tes dilakukan bila kita kontak erat atau kontak langsung dengan penderita Covid-19. Ada 3 jenis tes yang dilakukan untuk mendeteksi virus covid-19 yaitu Gennose, Swab Antigen dan Swab PCR.

Masyarakat diharapkan bersedia melakukan tes atau pengecekan kesehatan jika diperlukan, namun sebagian masyarakat masih enggan untuk tes karena masih adanya stigma. Selain itu takut ketahuan postif, karena jika positif tidak bisa kerja.

Bila merasa tidak enak sebaiknya datang ke Puskesmas atau ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.

Bila orang tidak mau di test atau testingnya rendah, maka tidak diketahui sejauh mana penyakit Covid-19 ini menyebar.

Setelah menjalani tes dan bila hasilnya positif ada beberapa hal yang perlu dilakukan yaitu:

Informasikan kepada keluarga yang tinggal serumah.

Melapor kepada aparat setempat (petugas kesehatan, pak RT/RW, tim satgas setempat).

Informasikan kepada aparat siapa saja yang berkontak erat denganmu.

Siapkan diri untuk menjalani isolasi selama 14 hari. Tetap berpikir positif dan semangat.

Siapkan keperluan selama isolasi mandiri

Membuat jadwal harian selama isolasi, seperti: berolah raga, makan bergizi seimbang, istirahat.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00