Empat Kurir Narkoba di Bengkalis ternyata Terafiliasi Jaringan Palembang

  • 15 Agt 2026 17:58 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Empat tersangka kurir narkoba yang diamankan tim gabungan Polsek Bantan, Satresnarkoba Polres Bengkalis, dan Bea Cukai Bengkalis ternyata terafiliasi dengan jaringan peredaran narkoba asal Palembang.

Keempat tersangka memiliki peran berbeda dalam membawa narkoba dalam jumlah besar berupa sabu, pil ekstasi, serta cartridge Etomidate. Mereka adalah M dan I yang diamankan di Desa Selat Baru, Kecamatan Bantan, serta AU dan TP yang ditangkap di kawasan antrean Pelabuhan RoRo Bengkalis.

Kasat Narkoba Polres Bengkalis AKP Tidar Laksono saat dikonfirmasi (Foto : RRI/TSM)

Kasatresnarkoba Polres Bengkalis AKP Tidar Laksono mengungkapkan, pengungkapan kasus tersebut menjadi salah satu penindakan terhadap jaringan narkoba dalam jumlah besar di wilayah Bengkalis sepanjang 2026.

"Ini menambah deretan pemain besar yang berhasil kita ungkap di Bengkalis sejak awal 2026 sampai sekarang," ujar Tidar, Sabtu 14 Agustus 2026.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita sabu sebanyak 30.664,805 gram, 122.629 butir ekstasi, serta 394 cartridge Etomidate.

Menurut perhitungan aparat, penyitaan barang bukti tersebut diperkirakan menyelamatkan kerugian negara sekitar Rp80,7 miliar dan 279.893 jiwa.

Rinciannya, sabu yang diamankan diperkirakan bernilai Rp30,66 miliar dan dapat menyelamatkan 153.324 jiwa. Kemudian 122.629 butir ekstasi dengan nilai sekitar Rp49,05 miliar diperkirakan menyelamatkan 122.629 jiwa. Sementara 394 cartridge Etomidate senilai sekitar Rp985 juta diperkirakan menyelamatkan 3.940 jiwa.

Tidar menjelaskan, M dan I yang merupakan warga Pekanbaru diamankan saat menggunakan mobil Toyota Yaris putih di Desa Selat Baru. Keduanya berperan sebagai penjemput narkoba.

Sementara AU dan TP ditangkap ketika menggunakan sepeda motor di kawasan antrean Pelabuhan RoRo Bengkalis. Keduanya berperan sebagai tim peluncur atau "sapu darat".

Tim sapu darat tersebut bertugas menyisir dan memastikan jalur yang akan dilalui kendaraan pembawa narkoba dalam kondisi aman sebelum menuju pelabuhan.

"Makanya dua orang menggunakan mobil dan dua sepeda motor ini diamankan terpisah. Karena pengendara sepeda motor tersebut sudah lebih dahulu menyisir lintasan menuju Pelabuhan RoRo Bengkalis," jelas Tidar.

Berdasarkan pemeriksaan awal, para tersangka mengaku mendapat arahan dari seseorang untuk menjemput narkoba. Mereka diarahkan menuju lokasi yang sebelumnya tidak mereka ketahui, dengan petunjuk berupa kondisi jalan yang buruk.

Setibanya di lokasi, mereka mengaku telah ditunggu tiga orang yang kemudian menyerahkan narkoba tersebut.

"Mereka yang mengarahkan ini diduga warga setempat. Saat ini masih dalam pencarian dan pengejaran oleh petugas," ungkap Tidar.

Dari hasil interogasi, M diketahui telah beberapa kali menjalankan peran sebagai penjemput narkoba. Bahkan, ia mengaku sudah lima kali melakukan penjemputan.

"Seperti M mengaku sudah lima kali melakukan penjemputan narkoba, sementara I baru dua kali diajak oleh rekannya ini," kata Tidar.

Sementara itu, AU dan TP juga mengaku telah beberapa kali menjalankan tugas sebagai tim penjemput atau pengawal perjalanan narkoba di wilayah Bengkalis.

Tidar mengatakan, narkoba yang mereka jemput tersebut rencananya dibawa terlebih dahulu ke Pekanbaru. Selanjutnya, barang tersebut akan dikirim ke Palembang.

"Jadi mereka terafiliasi jaringan Palembang. Dua tersangka yang diamankan di RoRo atau tim sapu daratnya merupakan warga Palembang. Namun, satu di antaranya sudah berdomisili di Pekanbaru," jelasnya.

Polres Bengkalis kini masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap jaringan secara keseluruhan. Polisi memburu pihak yang diduga menjadi penerima narkoba di Pekanbaru sekaligus menyelidiki jalur masuk narkoba dari laut menuju daratan Pulau Bengkalis.

Petugas juga masih mendalami pihak yang diduga mengangkut narkoba melalui jalur laut hingga tiba di wilayah Bengkalis.

Pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya Polres Bengkalis bersama jajaran terkait dalam memutus mata rantai peredaran narkoba, khususnya jaringan yang memanfaatkan wilayah Bengkalis sebagai jalur masuk dan distribusi narkotika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....