Pelaku Curanmor dan Upal di Wilayah Hukum Polres Bengkalis Berhasil di Tangkap

KBRN, Bengkalis : Jajaran Satuan Res Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkalis berhasil mengamankan dua pelaku peredaran uang palsu (Upal) di Kecamatan Mandau dan pelaku pencurian sepeda motor (curanmor)  dengan oeang yang sama.

Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan didampingi Kasat Reskrim  AKP Meky Wahyudi dan Kapolsek Pinggir Kompol Firman Sianifar dalam konfrensi pers Kamis, (26/11/2020) petang di Mapolres Bengkalis menyebutkan penangkapan kedua tersangka  berdasarkan informasi dari masyarakat dan penyidikan anggota kepolisian.

Kapolres menyebutkan penangkapan ini terkuak yang mulanya dugaan peredaran upal, yang diamankan pertama kali dari MJ (28 tahun) dari tangan tersangka di dapat 7 lembar upal pecahan Rp50 ribu total Rp350 ribu dari keterangan MJ uang di peroleh dari KUR dan tim langsung bergerak menuju kerumah tersangka.

"Dari kerangan MJ tim langsung bergerak menuju kediaman KUR namun Kur tidak berada ditempat,"kata Kapolres Hendra Gunawan, Kamis, (26/11/2020).

Lanjut kapolres pada tanggal 13 Nopember pukul 13.00 WIB polisi dapat informasi bahwa Kur berada dikediamannya, tim langsung ke rumah Kur dan tersangka langsung diamankan.

"Kur mengakui memberikan Upal beberapa lembar uang pecahan Rp50 ribu kepada MJ dan Kur juga meminta kepada rekannya bernama S untuk mencetakkan uang pecahan Rp50 ribu sebanyak 20 lembar total upal Rp.1.100 ribu dan barang bukti sedang dibawa ke laboratorium untuk di periksa, upal di cetak memag tidak sempurna karena dicetak dengan printer biasa,"kata Kapolres.

Barang bukti yang diamankan 1 unit printer, 7 lembar diduga Upal dengan pecahan Rp.50 ribu.Pasal yang diterapkan adalah pasal 36 ayat 3 undang-undang RI Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang diterapkan untuk tersangka Kur dengan ancaman 15 tahun kurungan, sedangkan untuk MJ di jerat dengan pasal 36 ayat 2 undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman 10 tahun kurungan.

Tersangka juga pelaku Curanmor dan 7 kali jadi resedivis.

Selain perbuatan tindak pidana peredaran upal tersangka Kur juga terlibat pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) dan Pencurian dengan pemberatan (Curat) yang sudah menjadi target pihak kepolisian dan beberapa laporan polisi yang dilaporkan warga korban Curanmor.

"Dari hasil lidik kita sudah ada empat laporan polisi yang dilaporkan masyarakat dan ada keterlibatan Kur disana," kata Kapolres.

Sementara Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Meky Wahyudi menambahkan yang tersangka Kur ini juga ternyata resedivis sudah 7 kali dan juga masuk Daftar pencarian orang (DPO) dan target  dengan tindak kejahatan lain yakni curat dan Curanmor.

Kur sejak keluar dari Lembaga Pemasyarakatan di Rokan Hilir (Rohil) sejak tahun 2019 tahun lalu.

Dikatakan Kasat Reskrim pada 13 Nopember  pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa Kur berada di rumahnya tim Satreskrim langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) tim juga langsung melakukan penggerebekan.

"Saat kita lakukan pengrebekan di rumah tersangka Kur ditemukan Kur dan dua rekannya sedang menggunakan sabu-sabu," kata Meky.

Saat di geledah tim menemukan  Kunci leter Y, dapatkan pakaian dan helm serta 3 paket sabu dan plastik kecil yang akan digunakan berbagai merek yang patut diduga merupakan hasil kejahatan.

"Kami bawa tersangka Kur ke kantor untuk pengembangan dan difokuskan terhadap penyidikan upal dan kita juga lakukan pengejaran terhadap tersangka S tetapi tidak berada di rumah, tapi kami menemukan printer yang diduga kuat untuk memprint upal," kata AKP Meky.

Ditambahkan kasat Reskrim Kur semenjak 2019 sampai sekarang sudah 6 kali melakukan TP Curanmor di beberapa tempat hingga akhirnya meringkuk kembali  ditahanan polres Bengkalis.

Dari pengakuan Kur, ia melakukan pencurian tersebut bersama rekannya bernama Ari dan Inisial C  yang masih buron, Ari sudah di tangkap sebelumnya dengan kasus lainnya.

Modus yang dilakukan tersangka dengan melihat motor korban yang berada di rumah dan juga di pertokoan dengan menggunakan kunci Y dan hasil curia

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00