Ratusan Kayu Balak Siap Olah Diamankan Polisi, Tiga Pelaku Kini Mendekam di Balik Jeruji Besi

Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan melakukan konferensi pers terkait Inlog

KBRN, Bengkalis : Pelaku Ilegal Logging kembali diamankan Jajaran polres Bengkalis melalui Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) di bawah Komando AKP Meki Wahyudi bersama tim.

Kali ini tiga tersangka telah diamankan bersama barang bukti berbentuk ratusan kayu balak tim dan juga kapal motor atau Pompong yang digunakan untuk membawa kayu dan akan di antar ke Pulau Batam.

Satu unit Kapal Motor (KM) Nur Fauzi tonase kotor atau Gross Tonnage (GT) 34 bermuatan kayu balak tim sebanyak 692 batang diduga hasil pembalakan liar karena tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah.

Ratusan batang kayu mayoritas jenis mahang itu rencananya akan diangkut ke wilayah Batam, Kepulauan Riau diamankan petugas Kamis, 17 September 2020 sekitar pukul 09.00 WIB ketika sedang sandar dan memuat di Pelabuhan Lama Sungai Musuh, Desa Parit I Api-api, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis.

"Petugas memperoleh laporan bahwa ada aktivitas muat kayu balak ke kapal di pelabuhan lama. Setelah memperoleh informasi itu Tim Reskrim bersama Polsek Bukitbatu, melihat ke TKP dan memang betul ditemukan aktivitas muat kayu ke kapal,"kata Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, S.I.K didampingi Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi, S.I.K saat konferensi pers di Mapolres Jalan Pertanian, Rabu (23/9/20) siang.

Kemudian dari hasil pemeriksaan petugas, bahwa ratusan batang kayu itu diakui pemiliknya diperoleh dari hutan ulayat di Desa Sukajadi, Kecamatan Bukitbatu dan akan dibawa ke Batam, Kepulauan Riau dengan menggunakan dokumen nota angkutan.

Petugas tidak lantas percaya, kemudian dilakukan penyelidikan dengan menelusuri asal muasal kayu tersebut dan melakukan pengambilan titik koordinat di areal penebangan. Hasilnya, kayu-kayu itu diambil di kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi di Desa Sukajadi, dan seharusnya dokumen yang dimiliki adalah Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu (SKSHH) dari instansi atau pejabat yang terkait bukan hanya nota angkutan. 

"Karena tidak memperlihatkan dokumen itu, selanjutnya kapal dan muatan kayu diamankan petugas Sat Reskrim Polres Bengkalis. Kemudian menetapkan tersangka yang terlibat kayu olahan itu, EA, mengaku pemilik lahan, Z, alias Zul pemilik kapal, dan H, pembeli," kata Kapolres lagi.

"Modus operandinya adalah mengangkut kayu tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah dari pejabat berwenang,"kata Pria yang pernah bertugas di Bengkalis tahun 2006.

Sementara Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi bahwa kalau sudah memiliki kekuatan hukum tetap maka untuk barang bukti kayu bisa saja akan dilakukan pelelangan.

"Terhadap barang  bukti kemungkinan akan dilelang, dan kita juga akan terus melakukan pengembangan,,"kata Meki.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00